Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Corona 8 Agustus: Jatim Catatkan Kasus Meninggal Tertinggi

Dari total 65 kasus meninggal terkait Covid-19, hari ini Jawa Timur mencatatkan jumlah tertinggi.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 08 Agustus 2020  |  17:09 WIB
Petugas dari Dinkes Surabaya melakukan pemeriksaan cepat Covid-19 terhadap warga di Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). - Antara
Petugas dari Dinkes Surabaya melakukan pemeriksaan cepat Covid-19 terhadap warga di Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Tingginya jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Jawa Timur, pada Sabtu (8/8/2020) diiringi angka kematian yang lebijh tinggi dari provinsi lain.

Statistik menempatkan Jatim sebagai provinsi dengan angka kematian harian tertinggi dari total 65 kasus meninggal berdasar data  Sabtu (8/8/2020).

Total 22 pasien Covid-19 asal Jawa Timur meninggal dalam 24 jam terakhir. Angka ini melampaui DKI Jakarta dan Jawa Tengah yang masing-masing mencatatkan 11 kasus meninggal.

Penambahan kasus meninggal yang itu semakin menegaskan posisi Jawa Timur sebagai zona merah. Sampai sekarang, secara kumulatif Jatim adalah provinsi dengan korban meninggal paling banyak yakni 1.856 jiwa.

Angka kematian kumulatif tersebut bahkan jauh di atas DKI Jakarta yang merupakan provinsi dengan kasus positif kumulatif tertinggi.

Di Jakarta kendati jumlah kasus kumulatif telah mencapai 25.287, korban meninggal kumulatif berada pada angka 924 jiwa.

Statistik terbaru ini juga menjadi tantangan bagi Pemprov Jatim.

Sebelumnya, lewat unggahan di media sosial Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sempat menyatakan keyakinan bahwa kasus di daerah yang dipimpinan sudah melandai.

“Kesembuhan pasien Covid-19 di Jatim merupakan hasil kerja keras dan perjuangan sekaligus optimisme bersama bahwa Jatim Insya Allah bisa segera keluar dari Pandemi Covid-19.” ujar Khofifah di akun instagramnya.

Merujuk pada data Jumat (7/8)  Khofifah menyebutkan bahwa angka penambahan kasus baru Jatim mulai melandai sehingga Jatim tidak lagi berstatus provinsi dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak.

Khofifah menyebutkan bahwa rapid test dan PCR terus digalakkan agar mata rantai penularan dapat putus.
.
"Tidak bosan-bosan saya mengingatkan untuk terus disiplin protokol kesehatan agar pandemi ini segera berakhir. Peduli diri sendiri, peduli sesama," imbaunya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top