Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Perketat Aturan Audit dan Keterbukaan Informasi bagi Emiten China

Desakan yang disampaikan dari kelompok kerja ini dipicu oleh kekhawatiran akan risiko fraud bagi para investor di Amerika Serikat (AS).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  06:50 WIB
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly


Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah regulator Amerika Serikat mendesak bursa efek untuk menetapkan aturan baru yang berpotensi membuat emiten China kabur.

Desakan ini dipicu oleh kekhawatiran akan risiko fraud bagi para investor di Amerika Serikat (AS).

Unit Kerja Presiden di bidang Pasar Finansial mengungkapkan bahwa perusahaan China yang diperdagangkan di bursa AS harus memberikan akses bagi regulator setempat untuk melakukan audit.

Namun, unit kerja tersebut belum menentukan bagaimana menegakkan pedoman aturan terkait dengan pemberian akses tersebut. Adapun, hukuman yang mungkin diberikan jika perusahaan China tidak mematuhi aturan ini adalah dikeluarkan dari bursa AS.

Menurut sumber Bloomberg, Kementerian Keuangan dan Komisi Bursa dan Sekuritas akan menetapkan bagaimana mengesahkan mandat tersebut ke dalam aturan yang mengikat.

Rekomendasi aturan tersebut menargetkan perusahaan China yang telah membuat jengkel regulator AS selama lebih dari satu dekade, yakni penolakan China untuk mengizinkan inspektur dari Badan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik meninjau audit Alibaba Group Holding Ltd., Baidu Inc., dan perusahaan lain yang berdagang di pasar AS.

Masalah ini semakin mendesak karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing, serta penemuan skandal akuntansi profil tinggi tahun ini di Luckin Coffee Inc.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kelompok regulator yang beranggotakan pejabat Federal Reserve membuat berbagai rekomendasi. Saran lainnya termasuk memperketat aturan keterbukaan publik bagi perusahaan yang melakukan investasi di China. Selain itu, pengumpulan laporan terbaru dari para fund manager terkait dengan hubungan mereka dengan perusahaan yang disasar unit kerja ini akan diwajibkan.

"Rekomendasi yang ditekankan dalam laporan akan meningkatkan proteksi investor dan level playing field bagi semua perusahaan yang terdaftar di bursa AS," ujar Mnuchin.

Firma keuangan China yang terafiliasi dengan firma keuangan besar seperti Deloitte, Ernest & Young, PwC dan KPMG telah lama berdebat terkait dengan aturan China yang membatasi akses audit Public Company Accounting Oversight Board dengan alasan dokumen perusahaan mungkin memuat rahasia negara.

Dalam laporannya, grup tersebut mengakui bahwa perusahaan China bisa saja melewati aturan baru AS dengan mendaftarkan saham mereka di yurisdiksi seperti Hong Kong, Shanghai atau London.

"Investor AS dapat membeli sekuritas tersebut di bursa luar negeri, dan pembelian ini mungkin akan mengikuti aturan perlindungan investor yang lebih sedikit daripada di Amerika Serikat,” kata regulator dalam laporan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bursa as keterbukaan informasi

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top