Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hujan Puluhan Hari Bikin Banjir Dua Korea, Protokol Covid-19 Prioritas

Hujan deras selama puluhan hari menghantam dua negara Korea, pengungsi tetap harus mematuhi protokol kesehatan akibat pandemi corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  16:51 WIB
Banjir di Korea Selatan. - Bloomberg
Banjir di Korea Selatan. - Bloomberg

Bisnis.com, SEOUL – Sekitar 1.000 orang telantar akibat bajir di Korea Selatan pada 2 Agustus lalu menjadi prioritas para pejabat negara itu agar mereka tetap aman dan sehat dengan langkah pencegahan penularan Covid-19 di tempat-tempat penampungan yang ramai.

Upaya tersebut dilakukan saat pemerintah menimbang untuk mengumumkan zona-zona bencana pada Rabu.

Setidaknya 15 orang tewas dan lebih dari 1.500 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena hujan selama 42 hari berturut-turut memicu banjir dan tanah longsor di Korsel. Itu merupakan musim hujan terpanjang di negara itu dalam 7 tahun terakhir.

Lebih dari 1.146 orang tetap berada di tempat penampungan sementara yang didirikan di pusat kebugaran dan pusat-pusat komunitas pada Rabu n(5/8/2020), kata Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korsel, yang menyebutkan langkah-langkah protokol kesehatan diterapkan untuk mencegah penyebaran corona.

Penutup kain penyekat dibuat untuk keluarga dan individu, dengan tempat tidur terpisah untuk mendorong langkah jaga jarak sosial.

Pemerintah setempat menunjuk sejumlah pengelola untuk memeriksa suhu dan mengawasi orang-orang dengan gejala Covid-19, dan penduduk yang mengungsi diminta untuk memakai masker serta mencuci tangan, kata otoritas kesehatan.

Korea Selatan telah melaporkan 14.456 kasus infeksi virus corona, termasuk 33 kasus baru yang tercatat pada tengah malam Selasa, dengan 302 kematian akibat Covid-19.

Perdana Menteri Chung Sye-kyun, dalam pertemuan para pejabat pemerintah, mengatakan bahwa kementerian kesehatan harus menyatakan tiga provinsi di bagian utara Korea Selatan sebagai zona bencana khusus, yang akan memberi provinsi tersebut hak untuk menerima bantuan tambahan dari pemerintah nasional.

Di negara tetangga Korea Utara, media pemerintah memperingatkan adanya hujan deras, kemungkinan banjir, dan angin kencang.

Walaupun laporan media pemerintah Korut itu tidak menyebutkan kerusakan yang terjadi secara spesifik, Korea Utara secara historis rentan terhadap banjir.

Hujan deras tahun ini datang selama masa panen musim panas, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan pangan.

Hujan tampaknya menghantam beberapa daerah utama penghasil beras di Korea Utara. Hal itu terjadi saat penutupan perbatasan untuk mencegah penyebaran Covid-19 sehingga membatasi pasokan kebutuhan utama pertanian, seperti pupuk dari China, kata Choi Yong-ho, peneliti dari Korea Rural Economic Institute di Seoul.

"Banjir ini akan berdampak negatif bagi pasokan makanan di Korea Utara," kata Choi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir Korea Utara korea selatan

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top