Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hasyim Wahid Wafat, Sosok yang Menyempal dari Tradisi Keluarga

KH Hasyim Wahid, adik Gus Dur, wafat di usia 67 tahun. Almarhum sempat dirawat selama 2 pekan di rumah sakit akibat sakit komplikasi ginjal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  13:27 WIB
Ucapan bela sungkawa dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas berpulangnya KH Hasyim Wahid, adik Gus Dur, yang berpulang Sabtu (1/8/2020) dini hari - Twitter/@KhofifahIP
Ucapan bela sungkawa dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas berpulangnya KH Hasyim Wahid, adik Gus Dur, yang berpulang Sabtu (1/8/2020) dini hari - Twitter/@KhofifahIP

Bisnis.com, JAKARTA - KH Hasyim Wahid, adik bungsu Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2020) dini hari di RS Mayapada, Jakarta.

Jenazah sosok yang akrab disapa Gus Im ini akan disemayamkan di rumah duka di Ciganjur, Jakarta Selatan dan selanjutnya dimakamkan di Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Hasyim Wahid wafat di usia 67 tahun. Keponakannya, Irfan Wahid, mengatakan bahwa pamannya sakit komplikasi ginjal.

“Sudah dua minggu lebih di rumah sakit,” kata Irfan kepada Tempo, Sabtu (1/8/2020).

Hasyim Wahid atau akrab disapa Gus Im merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy’ari. Dia merupakan adik dari Gus Dur dan Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Gus Im pernah berkarir di bidang pemerintahan pada era Presiden Gus Dur. Ia pernah menjadi konsultan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), yang kerap menghadapi debitur bandel.

Sejak menjadi konsultan BPPN, dia mampu menarik nama-nama sulit ke BPPN sembari menenteng data perusahaan mereka, di antaranya Tommy Winata, Bambang Trihatmodjo, dan Tommy Soeharto.

“Mungkin karena saya sudah lama kenal mereka, sejak 1980-an,” kata Gus Im dalam petikan wawancaranya dengan Majalah Tempo, pada 2000.

Berdasarkan laporan Majalah Tempo, ayah tiga anak ini dikenal menyempal dari tradisi keluarga Wahid: masuk pesantren dan menjadi kiai. “Saya ini semacam preman. Dan, yang jelas, lebih sinting dari Gus Dur,” katanya.

Gus Im juga menjalani pendidikan tinggi sepotong-potong: setengah sementer di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, satu semester di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung. Gus Im mengatakan bahwa dia gampang bosan sehingga malas sekolah.

Keluar dari universitas, Gus Im aktif di organisasi, sebelum mulai mencoba bisnis perakitan senjata. Pria berambut keriting ini juga dikenal dekat dengan kalangan aktivis mahasiswa. Di zaman Soeharto, ia kerap diuber aparat intelijen.

Pada awal 1980-an, Gus Im pernah berbisnis. Namun, dia menolak disebut pengusaha. Saat berbisnis, Gus Im bersaing dengan pengusaha besar, seperti Tommy Soeharto dan Grup Salim. Bahkan, adik Gus Dur ini mengaku sering kalah dari para pengusaha besar tersebut.

“Saya sering kalah. Tepatnya disuruh mengalah dan diberi kompensasi uang. Tapi itu saya tolak. Ini sudah menyangkut harga diri.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meninggal nahdlatul ulama gus dur

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top