Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Ajak Dunia Lawan Intimidasi Amerika

Menlu Wang Yi mengatakan Beijing akan merespons dengan tegas dan rasional terhadap tindakan AS yang suka mendikte.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  11:57 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping saat bertemu di KTT G20 di Hamburg, Jerman, pada 8 Juli 2017. - Reuters/Saul Loeb
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping saat bertemu di KTT G20 di Hamburg, Jerman, pada 8 Juli 2017. - Reuters/Saul Loeb

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China mengancam akan merespons tegas segala tindakan Amerika Serikat yang bersifat memaksa. Beijing juga mendesak negara-negara lain untuk menentang intimidasi AS.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China yang mengutip pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, Menlu Wang Yi mengatakan Beijing akan merespons dengan tegas dan rasional terhadap tindakan AS yang suka mendikte.

“Dengan sikap AS yang begitu terang-terangan dan memaksa, China akan merespons dengan tegas dan rasional,” ujar Wang, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (29/7/2020).

China, papar Wang, akan mengambil tindakan tegas terhadap segala perilaku buruk yang merusak hak dan kepentingan China yang sah. China disebutnya tidak menyulut permasalahan dan selalu menahan diri secara maksimal. Namun, pernyataan itu tidak menguraikan tindakan tegas yang dimaksud.

“Menoleransi pelaku intimidasi tidak akan membuat Anda aman. Itu hanya akan membuat pelaku intimidasi menjadi lebih berani dan bertindak lebih buruk,” ucap Wang.

“Semua negara harus bertindak untuk menentang tindakan sepihak atau hegemonik serta menjaga perdamaian dan pembangunan dunia,” imbuhnya.

Kepada Le Drian, Wang lebih lanjut mengatakan tindakan beberapa faksi politik di AS telah meninggalkan rasa kelayakan yang paling mendasar dan melanggar batas paling bawah norma-norma internasional.

“Perilaku seperti itu adalah politik kekuasaan luar biasa yang dapat ditangkap dengan satu kata, yakni hegemoni,” tambahnya lagi.

Hubungan bilateral AS-China telah memburuk ke tingkat yang disebut China sebagai yang terendah sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1979.

Perintah AS untuk menutup kantor konsulat jenderal China di Houston, yang dibalas oleh China dengan penutupan kantor konjen AS di Chengdu bulan ini menyeret turun pasar ketika ekonomi dunia tengah berjuang pulih dari pandemi Covid-19.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top