Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Merebak di Daerah Wisata, Vietnam Evakuasi 80.000 Orang

Vietnam kembali waspada setelah pemerintah pada Sabtu akhir pekan mengkonfirmasi infeksi komunitas pertamanya sejak April.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  15:45 WIB
Papan iklan besar berisi pemberitahuan tentang virus corona terpampang di jalanan Hanoi, Vietnam, Jumat (29/5/2020). - Bloomberg/Maika Elan
Papan iklan besar berisi pemberitahuan tentang virus corona terpampang di jalanan Hanoi, Vietnam, Jumat (29/5/2020). - Bloomberg/Maika Elan

Bisnis.com, JAKARTA - Vietnam mengevakuasi sebanyak 80.000 orang yang sebagian besar turis lokal dari pusat wisata utama Danang setelah tiga warga dinyatakan positif terkena virus corona (Covid-19) pada akhir pekan.

Evakuasi akan memakan waktu setidaknya empat hari dengan menggunakan maskapai penerbangan domestik. Maskapai itu mengoperasikan sekitar 100 penerbangan setiap hari dari Danang ke 11 kota Vietnam, kata pemerintah dalam sebuah pernyataan seperti dikutip ChannelNewsdAsia.com, Senin (27/7/2020).

Negara Asia Tenggara itu kembali waspada setelah pemerintah pada Sabtu akhir pekan mengkonfirmasi infeksi komunitas pertamanya sejak April. Sementara itu, tiga kasus lainnya ditemukan kemarin di sekitar wilayah Danang.

Vietnam sebelumnya memberlakukan tindakan karantina yang ketat dan melakukan program pengujian yang agresif dan luas selama pandemi. Akibatnya, jumlah total infeksi yang dilaporkan hanya 420, tanpa kematian.

Negara berideologikan komunisme itu juga masih tertutup bagi pariwisata asing, tetapi mencatat adanya lonjakan wisatawan domestik yang ingin memanfaatkan diskon penerbangan dan paket liburan ke hotel dan resor lokal.

Mereka yang pulang dari Danang ke wilayah lain negara itu akan diminta untuk karantina di rumah selama 14 hari, menurut kementerian kesehatan.

Menyusul penemuan kasus baru, Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc memerintahkan polisi untuk meningkatkan tindakan terhadap imigrasi ilegal ke negara itu.

Media pemerintah kemarin melaporkan polisi di Danang telah menangkap seorang lelaki asal China berusia 42 tahun yang katanya adalah kepala kelompok kriminal.

Dia dilaporkan membantu orang-orang secara ilegal memasuki Vietnam dari China. Kendati begitu, pihak berwenang belum secara resmi menghubungkan kasus-kasus baru di Danang dengan imigrasi ilegal.

Pemerintah menyatakan dalam sebuah pernyataan terpisah bahwa pihak berwenang di provinsi Ha Giang, yang berbatasan dengan China, telah menangkap lebih dari 1.500 orang yang secara ilegal menyeberang ke provinsi itu sejak Mei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vietnam covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top