Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kematian karena Corona 146 Ribu Lebih, AS Gandakan Investasi Vaksin Covid-19 di Moderna

Pemerintah AS akan menambah investasi hingga US$472 juta dari investasi sebelumnya sebesar US$483 juta yang sebelumnya diumumkan perusahaan bioteknologi AS, Moderna
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  08:07 WIB
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) menggandakan investasinya hingga hampir US$1 miliar untuk mempercepat pengembangan vaksin Covid-19 oleh perusahaan Moderna yang pada hari ini, Senin (27/7/2020) memulai fase akhir uji klinis yang menentukan.

Pemerintah AS akan menambah investasi hingga US$472 juta dari investasi sebelumnya sebesar US$483 juta yang sebelumnya diumumkan perusahaan bioteknologi AS, Moderna pada hari Minggu (26/7/2020).

Moderna menyatakan investasi tambahan itu memamg dibutuhkan dan perusahaan bersama pemerintah "secara signifikan" memperluas uji klinis fase tiga dari kandidat vaksin yang mencakup 30.000 peserta.

Dalam percobaan awal yang kecil, vaksin eksperimental Moderna menghasilkan antibodi Virus Corona yang membantu menangkal penyakit di dalam tubuh 45 peserta seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (27/7/2020).

Dalam uji coba yang diperluas mulai hari ini, setengah dari 30.000 peserta akan menerima dosis vaksin 100 mikrogram, sedangkan sisanya akan diberikan melalui efek plasebo.

Amerika Serikat telah menderita lebih dari 146.000 kematian akibat Virus Corona sekaligus memimpin dunia dalam kategori suram itu, bahkan ketika jumlah kasus baru terus meningkat.

Pada Rabu (22/7/2020), aliansi farmasi BioNTech/Pfizer Amerika-Jerman mengumumkan bahwa pemerintah AS telah berkomitmen sebesar US$1,95 miliar untuk pengadaan 100 juta dosis vaksin akhirnya.

Laboratorium di seluruh dunia terus berlomba untuk mengembangkan vaksin efektif pertama dan Moderna tampaknya memegang kepemimpinan saat memasuki babak final uji klinis.

Babak final merupakan langkah yang menentukan dalam menentukan apakah vaksin efektif dan aman.

Moderna, yang bekerja dengan otoritas kesehatan AS, mengatakan mereka mengharapkan untuk dapat menghasilkan 500 juta dosis per tahun dan berpotensi hingga 1 miliar mulai tahun 2021.

Perusahaan bioteknologi China Sinovac mengatakan pada 6 Juli bahwa mereka akan memulai uji klinis fase tiga "bulan ini" bekerja sama dengan pusat penelitian biologi Butantan Brasil.

Proyek vaksi Inggris yang dikembangkan oleh Oxford University dalam kemitraan dengan laboratorium AstraZenica multinasional juga me janjikan sebagimana proyek China yang dipimpin oleh para peneliti dari lembaga termasuk Akademi Ilmu Kedokteran Militer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top