Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CEO Freepot: Covid-19 Mengubah Segalanya

Freeport membukukan laba disesuaikan sebesar 3 sen per saham pada kuartal kedua. Perolehan laba ini cukup mengejutkan analis yang memperkirakan perusahaan akan mengalami kerugian.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  02:33 WIB
Deretan bus pengangkut karyawan PT Freeport Indonesia di Terminal Gorong-Gorong di Timika, Kabupaten Mimika, Papua. - Reuters/Muhammad Yamin
Deretan bus pengangkut karyawan PT Freeport Indonesia di Terminal Gorong-Gorong di Timika, Kabupaten Mimika, Papua. - Reuters/Muhammad Yamin

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan tembaga terbesar di dunia, Freeport- McMoRan Inc., menegaskan pandemi Covid-19 telah mengubah struktur dan operasional perusahaan menjadi lebih ramping dan gesit.

"Sebagai sebuah perusahaan, kami tidak akan pernah bekerja dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan sebelum Covid ini datang," kata Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc. Richard Adkerson kepada para analis pada Kamis tentang laporan keuangan kuartal kedua.

"Akan ada lebih sedikit ruang kantor, lebih sedikit pertemuan, lebih sedikit perjalanan," kata Adkerson seperti dilansir Bloomberg

Perusahaan yang berbasis di Phoenix ini membukukan laba disesuaikan sebesar 3 sen per saham pada kuartal kedua.

Perolehan laba ini cukup mengejutkan analis yang memperkirakan perusahaan akan mengalami kerugian. Harga tembaga dan emas yang lebih kuat membantu, tetapi strategi pemotongan biaya ikut berkontribusi.

Pada bulan April, perusahaan mengumumkan berbagai langkah untuk menghemat uang, termasuk pemotongan 29 persen biaya modal. Freeport juga harus menangguhkan dividen dan mengurangi pembayaran gaji Chief Executive Officer Adkerson dan Chief Financial Officer Kathleen Quirk sebesar 25 persen.

Dengan pengecualian harga energi yang lebih tinggi dalam beberapa bulan terakhir dan perubahan nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan di Indonesia, Peru dan Chili, perusahaan melihat sedikit input inflasi.

Sementara itu, Adkerson mencatat bahwa persediaan tembaga global tetap rendah. Ini menjadi pertanda baik untuk pemulihan lebih lanjut dalam harga tembaga.

"Rebound tembaga telah lebih cepat dan lebih kuat dari yang diharapkan."

Oleh sebab itu, Adkerson dan Quirk yakin Freeport berada di jalur untuk peningkatan signifikan di sisi arus kas dan EBITDA menuju tahun depan.

Jika itu terjadi, perusahaan akan mempertimbangkan pengurangan utang lebih lanjut, mengembalikan dividen, dan pembelian kembali saham.

Warisan abadi dari pandemi ini, bagaimanapun, akan berdampak pada cara perusahaan bekerja. "Aula dan kantor kosong di kantor pusat kami," kata Adkerson,

"Namun Anda dapat melihat hasil dari kuartal ini tentang seberapa efektif kita dapat beroperasi di lingkungan seperti ini."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Freeport Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top