Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS dan Inggris Bahas Rencana Koalisi Lawan China

Sekretaris Negara Amerika Serikat Michael Pompeo bertemu dengan Sekretaris Negara Inggris untuk Urusan Luar Negeri Dominic Raab di London, kemarin untuk membicarakan terkait rencana koalisi untuk melawan kekuatan China.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  10:31 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat dan Inggris berencana membangun koalisi untuk melawan kekuatan China. Sekretaris Negara Amerika Serikat Michael Pompeo bertemu dengan Sekretaris Negara Inggris untuk Urusan Luar Negeri Dominic Raab di London, kemarin untuk membicarakan hal itu.

Pompeo memuji Inggris yang telah lebih tegas terhadap China. Pada konferensi pers setelah pertemuan mereka, Raab mengisyaratakan memajukan koalisi tersebut ke forum G7.

Diskusi itu mencerminkan apa yang Pompeo katakan sebelumnya bahwa seluruh dunia perlu mengubah sikap terhadap China. London dan Washington telah meningkatkan kritik terhadap Undang-Undang Keamanan Nasional bentukan Beijing untuk Hong Kong, dengan latar belakang meningkatnya ketegangan antara AS dan China.

Pekan lalu, Inggris resmi memblokir perangkat Huawei pada jaringan 5G negara itu menyusul sanksi AS terhadap raksasa teknologi itu. Pemerintahan Trump juga vokal terhadap penanganan pandemi virus corona oleh China.

"Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk memberi selamat kepada pemerintah Inggris atas tanggapannya yang berprinsip terhadap tantangan-tantangan ini," kata Pompeo dalam konferensi pers, dilansir Bloomberg, Rabu (22/7/2020).

Pompeo menyatakan dukungannya terhadap keputusan Inggris yang membatalkan keputusan pada Januari lalu untuk membuka akses Huawei ke jaringan nirkabel negara itu.

Sebelumnya dalam pertemuan dengan kelompok lintas partai anggota Parlemen Inggris, Pompeo mengatakan tidak mengharapkan akan menuai kemenangan dalam beberapa tahun mendatang. Di depan umum, Pompeo mengatakan dia ingin setiap negara yang memahami kebebasan dan demokrasi untuk mengakui ancaman yang dimunculkan Partai Komunis China.

"Kami berharap kami dapat membangun koalisi yang memahami ancaman dan dapat bekerja secara kolektif untuk meyakinkan Partai Komunis China bahwa bukan demi kepentingan terbaik mereka untuk terlibat dalam perilaku semacam ini," ujarnya.

Belum jelas koalisi seperti apa yang akan dibentuk Pompeo atau tindakan apa yang akan dilakukan oleh kelompok pimpinan AS. Sementara itu, Raab bersikeras bahwa Inggris tidak ditekan oleh AS mengenai sikapnya terhadap Huawei, meskipun menggunakan sanksi Trump terhadap perusahaan itu sebagai alasan utama keputusan pemblokiran.

"Kenyataannya adalah sebagai akibat dari sanksi AS, kami tentu saja harus melihat dengan perspektif yang jelas tentang apa artinya itu, dan kami telah mengambil keputusan berdasarkan itu," katanya.

Raan juga mengatakan kedua pejabat mendiskusikan keprihatinan serius tentang Hong Kong, selain juga langkah selanjutnya di forum G7.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat inggris Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top