Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Justice Collabolator, Wahyu Setiawan Siap Bongkar Kecurangan Pemilu

Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, terdakwa kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW), mengajukan diri sebagai justice collaborator.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  18:08 WIB
Eks Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan. JIBI/Bisnis - Lalu Rahadian
Eks Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan. JIBI/Bisnis - Lalu Rahadian

Bisnis.com, JAKARTA - Terdakwa kasus suap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

Seperti diketahui, Wahyu adalah terdakwa kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW) yang turut menjerat eks Caleg PDIP Harun Masiku.

"Sudah diajukan kemarin setelah sidang" ujar tim pengacara Wahyu Setiawan, Saiful Anam, saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2020).

Dalam surat JC yang dikirimkan Saiful lewat pesan singkatnya, Wahyu Setiawan sudah menandatangani pernyataan pengajuan JC pada 20 Juli 2020 kemarin. Justice collaborator merupakan pelaku kejahatan yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Saiful mengatakan Wahyu siap 'bernyanyi' soal kasus yang menjeratnya itu. Wahyu, kata Saiful, juga bakal membongkar pihak-pihak yang terlibat dalam kasus suap PAW.

Bahkan, lanjut Saiful, Wahyu juga bakal 'blak-blakan' terkait kecurangan pemilihan umum (pemilu), pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Semuanya Pak, tidak hanya yg terlibat PAW, tapi terkait kecurangan Pemilu, Pilpres dan Pilkada akan diungkap semua," kata Saiful.

Sebelumnya, Wahyu didakwa menerima suap Rp600 juta dari kader PDIP Harun Masiku. Pemberian uang itu dimaksudkan agar terdakwa mengupayakan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Sumatra Selatan 1 kepada Harun Masiku.

Wahyu juga didakwa menerima suap Rp500 juta dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi kpu
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top