Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inggris Pesan 90 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Produsen

Pemerintah Inggris mengatakan telah mengamankan pasokan tiga kandidat vaksin yang berbeda, dan kini tengah menyiapkan program untuk mencari 500.000 sukarelawan yang bersedia berpartisipasi dalam uji klinis.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  15:33 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Inggris telah menandatangani perjanjian untuk membeli 90 juta dosis vaksin virus corona yang sedang dikembangkan oleh sejumlah produsen obat, termasuk Pfizer Inc., BioNTech SE, dan Valneva SE.

Dilansir dari Bloomberg, pemerintah Inggris mengatakan telah mengamankan pasokan tiga kandidat vaksin yang berbeda, dan kini tengah menyiapkan program untuk mencari 500.000 sukarelawan yang bersedia berpartisipasi dalam uji klinis.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Pfizer dan BioNTech mengatakan berencana untuk memasok 30 juta dosis kandidat vaksin tahun ini dan tahun depan. Keduanya akan meminta persetujuan paling cepat Oktober dan dapat menghasilkan sebanyak 100 juta dosis pada akhir tahun ini.

Inggris mengatakan pesanan tersebut sebagai perjanjian mengikat aliansi pertama antara perusahaan vaksin dengan pemerintah.

"Berada di garis terdepan dalam antrian sudah sangat tepat karena kami ingin memastikan kami mendapatkan vaksin pertama ketika tersedia," ungkap menteri Pendidikan Inggris Gavin Williamson kepada BBC, seperti dikutip Bloomberg.

Selain Inggris, negara lain juga telah mengambil posisi dalam mengamankan pasokan vaksin. Amerika Serikat mendukung upaya Pfizer dan BioNTech melalui program penelitian Operation Warp Speed senilai US$10 miliar.

Vaksin ini menggunakan teknologi baru yang disebut mRNA, yang memacu tubuh untuk membuat protein spesifik dengan selnya sendiri. Meskipun Pfizer dan BioNTech telah mencatat perkembangan yang berarti, produk eksperimental Valneva masih jauh di belakang dan bergantung pada teknologi yang digunakannya dalam vaksin lain.

Saham Menguat

Inggris juga telah mencapai kesepakatan pasokan vaksin yang sedang diuji oleh AstraZeneca Plc dengan University of Oxford. Pemerintah juga mengatakan pada hari Senin (20/7/2020) telah memesan perawatan yang mengandung antibodi yang dapat menetralkan Covid-19 dari AstraZeneca.

Saham AstraZeneca naik sebanyak 5,2 persen menjelang berita uji klinis vaksin eksperimental. Sementara itu, saham Valneva naik 7,7 persen di bursa Prancis, sementara BioNTech naik 6,7 persen di Jerman.

Valneva sepakat untuk memasok 60.000 dosis vaksin yang tengah dikembangkan ke Inggris, dan 40 juta dosis lain jika produk terbukti aman dan efektif.

Tidak seperti kolaborasi Astra dan Pfizer, Valneva tidak memimpin perlombaan pengembangan vaksin virus corona, namun memproduksi produk di pabriknya di Livingston, Skotlandia.

Vaksin eksperimental Valneva akan memasuki studi klinis pada akhir tahun. Perusahaan mengharapkan pemerintah Inggris dapat membantu mendanai penelitian yang tengah berlangsung.

CEO Valneva Thomas Lingelbach mengatakan perusahaan berbasis di Lyon dapat memproduksi vaksin untuk Covid-19 di luar Inggris. Sebagai bagian dari respon pandemi, Valneva berencana untuk meningkatkan investasi dalam fasilitas manufaktur di Livingston dan di Solna, Swedia.

Vaksin Valneva menggunakan teknologi manufaktur yang dikembangkan untuk Ixiaro, vaksin perusahaan untuk ensefalitis Jepang. Perusahaan ini juga mengerjakan vaksin eksperimental untuk penyakit Lyme dan chikungunya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top