Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duh, Susahnya Belajar Jarak Jauh di Tengah Wabah Corona

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) berencana membuat PJJ menjadi permanen, bahkan nanti setelah pandemi Covid-19 berakhir, dengan alasan agar proses belajar mengajar bisa lebih aktif dan dinamis.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Juli 2020  |  15:50 WIB
Sejumlah murid berlari memasuki ruang kelas di SD Negeri 1 Praja Taman Sari di Desa Wonuamonapa, Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (13/7 - 2020). Pihak sekolah terpaksa menerapkan pembelajaran dengan tiga kali pertemuan tatap muka di sekolah dalam sepekan karena terbatasnya jaringan telekomunikasi untuk penerapan pembelajaran jarak jauh secara daring guna mencegah penyebaran COVID/19. ANTARA FOTO
Sejumlah murid berlari memasuki ruang kelas di SD Negeri 1 Praja Taman Sari di Desa Wonuamonapa, Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (13/7 - 2020). Pihak sekolah terpaksa menerapkan pembelajaran dengan tiga kali pertemuan tatap muka di sekolah dalam sepekan karena terbatasnya jaringan telekomunikasi untuk penerapan pembelajaran jarak jauh secara daring guna mencegah penyebaran COVID/19. ANTARA FOTO

Bisnis.com, JAKARTA – Gara-gara wabah Virus Corona, sekolah terpaksa harus ditutup. Murid dan guru harus menjalani proses belajar pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara daring maupun luring.

Dengan adanya metode belajar ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) berencana membuat PJJ menjadi permanen, bahkan nanti setelah pandemi Covid-19 berakhir, dengan alasan agar proses belajar mengajar bisa lebih aktif dan dinamis.

Kemendikbud menilai PJJ dan metode pembelajaran hibdrida (kombinasi online dan tatap muka) bisa diterapkan secara permanen usai pandemi Covid-19.

PJJ disebut bisa menjadi batu loncatan untuk mulai adopsi teknologi yang luar biasa di dunia pendidikan.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Irwan Syahril mengatakan metode PJJ atau digabungkan dengan tatap muka nantinya bisa lebih efektif, bisa membantu meningkatkan kemampuan siswa-siswi untuk bersaing secara global.

PJJ kini juga menjadi fokus perhatian Kemendikbud dan menjadi prioritas utama tahun ajaran baru 2020/2021.

Pelaksanaan PJJ ini pun diatur oleh empat menteri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajara 2020/2021 Di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

1 dari 6 halaman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembelajaran online
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top