Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pulang Latihan Perang Helikopter Taiwan Jatuh, Dua Orang Tewas

Helikopter militer Taiwan OH-58D buatan Amerika Serikat ditangguhkan pengoperasiannya akibat tiga peristiwa kecelakaan fatal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  10:25 WIB
Helikopter militer Taiwan OH-58D buatan Amerika Serikat ditangguhkan pengoperasiannya akibat tiga peristiwa kecelakaan fatal. - ANTARA/CNA
Helikopter militer Taiwan OH-58D buatan Amerika Serikat ditangguhkan pengoperasiannya akibat tiga peristiwa kecelakaan fatal. - ANTARA/CNA

Bisnis.com, JAKARTA -  Nasib buruk menimpa pilot dan kopilot helikopter militer Taiwan yang mengikuti latihan perang.

Satu helikopter militer Taiwan terjatuh saat mengikuti latihan tahunan Han Kuang di Pangkalan Udara Hsinchu, Kamis (16/7/2020). Pilot dan kopilot dilaporkan tewas.

Markas Besar Angkatan Darat Taiwan mengidentifikasi jenazah pilot dan kopilot helikopter jenis OH-58D, yakni Mayor Chien Jen Chuan dan Kapten Kao Chia Lung.

Setelah helikopter tersebut jatuh, pilot dan kopilot sempat dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa kedua persomen militer Taiwan itu tidak tertolong, kata Mabes AD, seperti dikutip kantor berita resmi Taiwan, CNA, Jumat (17/7/2020).

Sejumlah truk pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Hsinchu dikerahkan ke lokasi kejadian saat pesawat nahas tersebut terjatuh pada Kamis pukul 15.30 waktu setempat (14.30 WIB).

Mayor Jenderal Chang Tai Sung, komandan Komando Brigade 601 Taoyuan yang menaungi helikopter nahas itu, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat heli hendak pulang ke skuadronnya di Kota Taiyuan dari Lanud Hsinchu.

Saat itu helikopter tersebut usai menjalani babak kelima latihan penembakan, yang merupakan bagian dari latihan tahunan Han Kuang.

Dugaan sementara, kecelakaan tersebut karena ada masalah pada rotor helikopter.

Saat kecelakaan, yang terjadi dua menit setelah helikopter tinggal landas pada pukul 15.25 waktu setempat, pilot sempat melapor kepada petugas pengendalian lalu lintas udara bahwa kecepatan rotor melambat di ketinggian 400 kaki dari atas landasan, demikian Chang.

Menurut Chang, sesuai standar dalam kondisi seperti itu helikopter seharusnya kembali ke landasan bukan malah melanjutkan terbang.

Mengingat helikopter saat itu terbang di atas area perumahan, kedua pilot memutuskan berbalik dan kembali ke pangkalan udara untuk menghindari jatuhnya korban sipil.

Mereka berusaha belok kiri 180 derajat tetapi, mungkin karena lemahnya kecepatan rotor, pesawat jatuh di pangkalan udara, demikian Mayjen Chang mengutip hasil investigasi awal.

Buntut dari peristiwa itu, AD Taiwan menangguhkan operasi semua helikopter jenis OH-58D buatan Amerika Serikat tersebut.

Dalam keterangan persnya, Mabes AD Taiwan menyatakan telah membentuk tim ad hoc untuk menyelidiki penyebab lebih lanjut kecelakaan tersebut.

Insiden Kamis itu merupakan peristiwa kecelakaan ketiga yang melibatkan helikopter OH-58D yang sudah dua tahun menjadi bagian dari militer Taiwan.

Dua kecelakaan fatal sebelumnya terjadi pada Maret 2018 dan Mei 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taiwan

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top