Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gedung Putih Meradang, Covid-19 Dibandingkan dengan Pandemi Flu 1918

Dalam sebuah acara yang disponsori oleh Georgetown University pada Selasa (14/7/2020), Fauci menyebut virus Corona sebagai pandemi proporsi bersejarah dan mengaitkannya dengan pandemi flu 1918.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  09:06 WIB
Sosok pakar penyakit menular Anthony Fauci - istimewa
Sosok pakar penyakit menular Anthony Fauci - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala staf Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam pakar penyakit menular kenamaan Anthony Fauci karena membandingkan wabah penyakit virus Corona (Covid-19) saat ini dengan pandemi flu 1918.

“Dia memberi kesan bahwa virus ini lebih buruk daripada, atau seburuk, epidemi flu pada tahun 1918,” ujar Mark Meadows dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (16/7/2020) waktu setempat.

“Saya bisa katakan kepada Anda semua bahwa hal itu tidak hanya salah, tetapi juga tidak bertanggung jawab untuk dikemukakan,” tambah Meadows, seperti dilansir Bloomberg.

Dalam sebuah acara yang disponsori oleh Georgetown University pada Selasa (14/7/2020), Fauci menyebut virus Corona sebagai pandemi proporsi bersejarah.

“Ketika sejarah menoleh ke belakang, ini akan sebanding dengan apa yang kita lihat pada tahun 1918, saat influenza membunuh puluhan juta orang di seluruh dunia,” tutur Fauci.

Menurut data statistik yang dihimpun oleh Bloomberg, pandemi Covid-19 sejauh ini telah menewaskan lebih dari 588.000 orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 138.000 orang di antaranya meninggal di AS.

“Saya harap kita tidak mendekatinya [pandemi flu 1918] dengan ini [Covid-19], tetapi ini memiliki kemampuan untuk mendekatinya dengan serius,” sambung Fauci yang diwartakan oleh Washington Post.

Fauci memperkirakan laju angka kematian akibat Covid-19 akan meningkat, meskipun tidak seperti yang dialami pada bulan April dan Mei.

Sementara itu, dalam suatu wawancara dengan Facebook pada Kamis, Fauci mengatakan bahwa pemerintah AS perlu kembali bernegosiasi dan mengambil keputusan pembatasan lagi seiring dengan terus bertambahnya kasus baru infeksi Corona.

Dia memandang banyak negara bagian terlalu cepat membuka kembali [reopening] kegiatan perekonomiannya tanpa cukup mengendalikan Covid-19, sehingga mengarah pada bangkitnya lonjakan kasus infeksi.

Kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg, Fauci mengatakan bahwa dia mengharapkan adanya hasil dari uji klinis atas pengobatan potensial yang melibatkan antibodi monoklonal pada akhir musim panas atau awal musim gugur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top