Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketegangan Meningkat, Anthony Fauci Jadi Sasaran Pemerintahan Trump

Sebuah memo yang bocor pada akhir pekan lalu menyatakan sejumlah pejabat Gedung Putih mengaku khawatir mengenai pernyataan Fauci yang terbukti salah beberapa kali.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  11:22 WIB
Anthony Fauci - istimewa
Anthony Fauci - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional Amerika Serikat Anthony Fauci menjadi sasaran administrasi Donald Trump karena ketegangan meningkat antara ahli kesehatan dan presiden.

Sebuah memo yang bocor pada akhir pekan lalu menyatakan sejumlah pejabat Gedung Putih mengaku khawatir mengenai pernyataan Fauci yang terbukti salah beberapa kali. Hal itu diantaranya mengenai imbauan Fauci tentang penggunaan masker di tempat umum dan tingkat keparahan pandemi di AS.

Pada awal Maret lalu, Fauci diketahui mengimbau masyarakat untuk tak perlu memakai masket di tempat umum. Masker hanya digunakan untuk mereka yang terinfeksi dan mencegah penularan. Saat itu jumlah infeksi di AS hanya sekitar 100 kasus.

Fauci juga beberapa kali menentang pernyataan Trump tentang pandemi dan menampik gagasan bahwa pandemi membaik serta menghubungkan pelonggaran yang tergesa-gesa dengan lonjakan kasus baru-baru ini. Menurut Universitas Johns Hopkins, ada lebih dari 3,3 juta kasus yang dikonfirmasi di AS dengan lebih dari 135.000 kematian.

"Ketika Anda bertanya kepada saya apakah saya mendengarkan saran Dr Fauci, jawaban saya hanya dengan hati-hati," kata Penasihat Trump, Peter Navarro dilansir BBC, Selasa (14/7/2020).

Navarro mengatakan, pada akhir Januari lalu dalam sebuah memo dia memperingatkan tentang kemungkinan pandemi yang mematikan, tetapi Fauci mengatakan kepada media agar tidak khawatir. Fauci juga pada awalnya menentang keputusan Trump menghentikan penerbangan dari China, dan mengatakan virus itu berisiko rendah.

Gedung Putih bahkan membuka daftar pernyataan lama Fauci tentang pandemi. Administrasi Trump tampaknya sedang mencoba menggambarkan Fauci sebagai sosok yang salah tentang ancaman awal virus.

Menanggapi sikap Gedung Putih, Fauci tak ambil pusing mengenai memo yang bocor itu.

"Saya memiliki reputasi berbicara kebenaran setiap saat dan bukan hal-hal manis. Itu mungkin salah satu alasan mengapa saya tidak terlalu sering tampil di televisi akhir-akhir ini," katanya.

Fauci juga mengatakan dia belum bertemu Trump secara pribadi sejak 2 Juni lalu. Pada 9 Juli, dia berkomentar tentang penanganan pandemi di AS yang dinilainya tidak berhasil membendung penularan.

"Sebagai sebuah negara, ketika Anda membandingkan dengan negara-negara lain, saya tidak berpikir negara ini melakukan yang terbaik," ujarnya.

Sebuah jajak pendapat di New York Times / Siena College pada akhir Juni menemukan 67% pemilih AS memercayai Dr Fauci mengenai pandemi ini, dengan hanya 26% menyatakan kepercayaan pada Trump.

Sebelumnya, Trump juga telah berselisih dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dia menuding badan internasional itu salah dalam mengelola pandemi. Pada 7 Juli, Trump secara resmi mulai menarik AS keluar dari WHO dan mengatakan dana akan dialihkan.

Terlepas dari perselisihan itu, sebuah jajak pendapat di New York Times / Siena College pada akhir Juni menemukan 67 persen pemilih AS memercayai Fauci mengenai pandemi ini dan hanya 26 persen menyatakan kepercayaan pada Trump.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Donald Trump
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top