Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasien Corona Kembali Melonjak, Presiden Jokowi Beri Tiga Arahan

Presiden menaikkan target pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) hingga 30.000 spesimen per hari.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  10:20 WIB
Presiden Joko Widodo saat bersiap memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2020). - Antara/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo saat bersiap memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2020). - Antara/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA -- Penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi perhatian Presiden Joko Widodo.

Dalam 5 hari terakhir, secara nasional, orang yang terinfeksi virus Corona per hari bertambah lebih dari 1.500 orang.

“Saya kira terakhir ada kasus positif 1.681 [11 Juli 2020] yang pada hari Kamis juga berada pada posisi 2.500 kasus positif karena ada kasus di Secapa,” kata Jokowi membuka rapat terbatas percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Jokowi mengatakan, pertama, memprioritaskan 8 provinsi dalam upaya pengujian secara masif, pelacakan secara agresif, dan peningkatan fasilitas rumah sakit.

Presiden menyebut 7 provinsi di antaranya adalah Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatra Utara, dan Papua.

Presiden meminta peningkatan jumlah tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) hingga mencapai 30.000 spesimen per hari.

Hal ini dapat dilakukan dengan menambah laboratorium di daerah prioritas dan mobile lab PCR.

Tracing, penelusuran ODP [orang dalam pemantauan] dan PDP [pasien dalam pengawasan], kemudian memberikan isolasi mandiri dan peningkatan fasilitas rumah sakit, khususnya APD, obat-obatan, ventilator, kamar isolasi,” jelas Presiden.

Jokowi juga mengatakan soal pengendalian wilayah perbatasan. Dalam hal ini mobilitas lintas wilayah harus menjadi perhatian, karena juga ada peningkatan kasus yang berasal dari luar negeri.

Arahan ketiga Presiden Jokowi adalah mengenai komunikasi yang partisipatif. Dia meminta jajarannya membangun komunikasi yang membangun kepercayaan yang berbasis ilmu pengetahuan dan data lapangan untuk membangkitkan partisipasi masyarakat.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19, sejak 8 Juli hingga 12 Juli 2020, penambahan kasus Covid-19 per hari lebih dari 1.500 orang. Secara berututan, pasien baru per hari sebanyak 1.853 orang, 2.657 orang, 1.611 orang, 1.671 orang, dan 1.681 orang.

Pada periode yang sama jumlah kasus sembuh per hari juga sedikit naik dari rata-rata 5 hari sebelumnya.

Secara berurutan, dalam lima hari terakhir sejak 8 Juli 2020, jumlah kasus sembuh per hari sebanyak, 800 orang, 1.066 orang, 878 orang, 1.190 orang, dan 919 orang.

Pasien Covid-19 yang meninggal dunia per hari juga naik dalam 5 hari terakhir.

Pada 8 Juli hingga 12 Juli, pasien yang meninggal dunia sebanyak, secara berurutan, 50 orang, 58 orang, 52 orang, 66 orang, dan 71 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top