Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Survei: Demi Uang, 11 Persen Warga Jakarta Rela Tertular Covid-19

Survei Social Resilience Lab Nanyang Technological University (NTU) bersama Lapor Covid-19 menunjukkan ada lebih dari 11 persen masyarakat tergolong rela untuk terinfeksi Covid-19 demi mencari untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  16:03 WIB
Toko pedagang yang tutup dijaga aparat Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Kembangan untuk sterilisasi cegah penyebaran Covid-19 di Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (1/7/2020). - Antara\n\n
Toko pedagang yang tutup dijaga aparat Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Kembangan untuk sterilisasi cegah penyebaran Covid-19 di Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (1/7/2020). - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Survei Social Resilience Lab Nanyang Technological University (NTU) bersama Lapor Covid-19 menunjukkan ada lebih dari 11 persen masyarakat tergolong rela untuk terinfeksi Covid-19 demi mencari untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Survei itu dilakukan terhadap 206.550 responden dengan estimasi 74,8 persenya valid. Selain itu, survei yang dimaksudkan untuk mengukur persepsi masyarakat DKI Jakarta terkait adaptasi kebiasaan baru atau AKB di tengah pandemi Covid-19 itu berlangsung dari 29 Mei sampai 20 Juni 2020.

“Meski kecil, potensi menjadi sumber transmisi lokal dari kelompok ini harus diwaspadai,” cuit @laporcovid ihwal temuan survei tersebut pada Kamis (9/7/2020).

Di samping itu, Lapor Covid-19 juga menemukan lebih dari 70 persen dari masyarakat DKI Jakarta yang ikut di dalam survei itu berkeyakinan dirinya aman dari tertular virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Persepsi risiko ini berbanding terbali dengan perilaku kesehatan. Dengan kata lain, meski patuh, warga cenderung tak waspada,” cuit @laporcovid.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dokter Widyastuti mengungkap 3 penyebab kasus baru Virus Corona penyebab Covid-19 di Jakarta  pada Rabu (8/7/2020), memecahkan rekor baru.

Dalam update harian kasus Covid-19 lewat akun Youtube Pemprov DKI, Widyastuti menyebut bahwa pada hari ini penambahan kasus baru Covid-19 adalah 344 orang, maka secara kumulatif kasus Covid-19 di DKI Jakarta 13.069 orang. Adapun total pasien sembuh sebanyak 8.429 orang, dan pasien meninggal 667 orang, sementara ada 417 orang sedang dirawat.

Adapun menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pada Rabu kasus baru Covid-19 di Jakarta sebanyak 357 orang, maka kumulatif kasus Virus Corona di DKI 13.211 orang.

Dalam penjelasannya, Widyastuti menyebut 3 hal yang menyebabkan kasus baru Covid-19 di DKI tembus 344 orang.

Pertama, ada 51 orang WNI yang tinggal di luar DKI Jakarta baru pulang dari luar negeri dan positif Covid-19 sedang menjalani isolasi di Jakarta.

Kedua, ada laboratorium di Jakarta baru melaporkan 36 orang positif Covid-19, namun kasus tersbeut adalah kasus kumulatif.

Ketiga, penemuan kasus Covid-19 secara aktif di puskemas sebanyak 257 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top