Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inggris Cairkan Bantuan US$2,5 Miliar untuk Pekerja Muda

Program bantuan ini akan menjadi inti dari rencana tiga poin pemerintah untuk melindungi, mendukung dan menciptakan lapangan kerja.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  13:19 WIB
Kanselir Inggris Rishi Sunak membawa anggaran yang akan digunakan untuk menopang ekonomi Britania Raya, Rabu (11/3/2020) - Bloomberg / Simon Dawson
Kanselir Inggris Rishi Sunak membawa anggaran yang akan digunakan untuk menopang ekonomi Britania Raya, Rabu (11/3/2020) - Bloomberg / Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA - Kanselir Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak akan meluncurkan program senilai 2 miliar poundsterling (US$2,5 miliar) untuk membayar upah lebih dari 200.000 pekerja muda.

Departemen keuangan mengatakan program ini akan menjadi inti dari rencana tiga poin pemerintah untuk melindungi, mendukung dan menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, klaim pengangguran meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi hampir tiga juta. Para ekonom mengatakan tingkat pengangguran bisa mencapai angka dua kali lipat dari 3,9 persen saat ini.

"Kaum muda menanggung beban paling besar dari krisis ekonomi, tetapi mereka berada pada risiko khusus kali ini karena mereka bekerja di sektor-sektor yang secara tidak proporsional terkena pandemi," kata Sunak, dilansir Bloomberg, Rabu (8/7/2020).

Dia melanjutkan pengangguran kaum muda memiliki dampak jangka panjang pada pekerjaan dan upah sehingga pemerintah tidak ingin melihat itu terjadi pada generasi ini.

Sunak berulang kali menegaskan pemerintah dapat melindungi setiap pekerjaan ketika bantuan yang belum pernah terjadi sebelumnya digelontorkan untuk mendanai upah lebih dari 12 juta pekerja.

Sunak juga akan mengumumkan pembebasan pajak untuk rumah-rumah dengan biaya hingga 500.000 poundsterling dalam upaya untuk menghidupkan kembali pasar perumahan. Dia juga mempertimbangkan pengurangan sementara pajak pertambahan nilai.

Selain itu, Perdana Menteri Boris Johnson telah mengungkapkan pengeluaran infrastruktur sebesar 5 miliar poundsterling untuk membangun sekolah, rumah sakit, dan jalan. Pemerintah juga menetapkan bantuan 1,6 miliar poundsterling awal pekan ini untuk membantu teater dan tempat musik yang belum diizinkan untuk dibuka kembali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekerja inggris
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top