Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Heboh Kalung Antivirus Corona Mentan Hingga ke Mancanegara

Media asing The Guardian turut memberitakan mengenai kalung antivirus Corona yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian yang dipercaya dapat menangkal Covid-19.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  12:01 WIB
Heboh Kalung Antivirus Corona Mentan Hingga ke Mancanegara
Inovasi antivirus berbasis eucalyptus hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertanian (Kementan). Produk ini diluncurkan di ruang utama Agriculture War Room (AWR), Jakarta, Jumat (8/5/2020). - Pertanian.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Media asing turut menyoroti pemberitaan soal kalung antivirus berbahan daun eucalyptus yang diluncurkan Kementerian Pertanian dan dipercaya bisa menghalau transimisi virus Corona.

Media asing yang memberitakan soal kalung antivirus ialah The Guardian melalui artikel Indonesia minister in row over eucalyptus necklace Covid-19 claim pada Selasa (7/7/2020).

Artikel tersebut memberitakan soal penyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan bahwa jika kalung tersebut dipakai selama 30 menit, bisa berfungsi mematikan virus Corona.

Oleh karena itu, kandungan yang ada dalam kalung tersebut nantinya juga akan diproduksi dalam bentuk lain seperti roll-on atau inhaler dan bakal diproduksi masal pada Agustus mendatang.

Namun, produk tersebut kemudian mendapat kritik dari pakar kesehatan, sehingga sejak itu Mentan tidak lagi memberikan klaim bahwa produk tersebut betul-betul bisa mencegah atau menyembuhkan Covid-19.

“Mentan nantinya akan mengklasifikasikan produk tersebut sebagai obat herbal atau jamu,” kata Kepala Badan Litbang Kementan Fadjry Djufry seperti dilansir.

Kritikan akan klaim produk tersebut sebelumnya juga mengalir dari pakar kesehatan lain seperti Herawati Sudoyo, Wakil Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

“Kita semua tahu bahwa obat wabah ini belum ada. Menurut saya akan lebih bijak kalau tidak menyebarkan klaim seperti itu dan menambah kecemasan di masyarakat,” ujarnya.

Namun, Kementerian Kesehatan Terawan Agus Putranto membela kalung tersebut, bahwa kalung tersebut membuat orang lebih percaya diri sehingga bisa meningkatkan sistem imun tubuhnya.

Saat ini, negara-negara di Asia Tenggara masih harus berjibaku dengan penyebaran Covid-19, dan Indonesia sendiri masih terus mengalami peningkatan jumlah kasus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mentan Virus Corona syahrul yasin limpo

Sumber : The Guardian

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top