Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buntut UU Keamanan Nasional, TikTok Tarik Diri dari Hong Kong

Induk TikTok, ByteDance Ltd., ikut menyuarakan oposisi terhadap undang-undang keamanan nasional yang memberikan pemerintah Hong Kong kekuatan besar untuk mengawasi ruang online dan publik.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  12:54 WIB
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada

Bisnis.com, JAKARTA - ByteDance Ltd. TikTok akan menarik aplikasi video viralnya dari Hong Kong dalam beberapa hari mendatang. Dengan demikian, TikTok menjadi layanan internet pertama yang menarik diri setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang kontroversial.

Pengumuman itu datang setelah raksasa internet seperti Facebook Inc. hingga Google dan Twitter Inc. menyuarakan oposisi terhadap undang-undang keamanan nasional yang memberikan pemerintah Hong Kong kekuatan besar untuk mengawasi ruang online dan publik.

TikTok yang bersikeras beroperasi secara independen dari Beijing terlepas dari kepemilikan China mungkin dapat berargumen penarikan itu adalah langkah untuk menghindari permintaan untuk menyensor konten atau berbagi data pengguna.

Namun penarikan dari Hong Kong juga dapat menguntungkan Partai Komunis dengan menghapus forum yang digunakan oleh para demonstran prodemokrasi untuk memposting video yang menyerukan kemerdekaan. Perusahaan milik China itu tidak menjelaskan alasan keputusannya tetapi mengatakan penarikan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Mengingat peristiwa baru-baru ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan operasi aplikasi TikTok di Hong Kong," kata juru bicara layanan tersebut, dilansir Bloomberg, Selasa (7/7/2020).

Data Sensor Tower menunjukkan bahwa pada September 2019, TikTok diunduh sekitar 1,8 juta kali di Hong Kong. ByteDance, startup paling bernilai di dunia, mengoperasikan beberapa platform media sosial paling populer di dunia. TikTok hanya dalam beberapa tahun telah digandrungi banyak anak muda di dunia.

Namun, viralitas itu memprovokasi pengawasan di seluruh dunia tentang kontrolnya terhadap data pribadi yang berharga dan kebijakan sensor yang dianggap probeijing. TikTok juga merupakan aplikasi terbesar dan paling menonjol dari 59 layanan China yang telah dilarang India, menyusul bentrok militer di perbatasan Himalaya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menghindari pertanyaan tentang bagaimana pemerintahannya akan menanggapi keputusan Google, Facebook dan Twitter untuk menunda pemrosesan permintaan data pengguna, karena kekhawatiran tentang pelanggaran kebebasan berbicara.

Namun, TikTok telah berulang kali dikritik karena isu penyensoran. TikTok menghadapi tuduhan tentang keputusannya mengenai konten yang selaras dengan prioritas Beijing. TikTok menghapus video yang terkait dengan protes prodemokrasi di Hong Kong, penganiayaan terhadap Muslim di wilayah Xinjiang China, dan kebuntuan di perbatasan India-China.

Tahun lalu, seorang juru bicara ByteDance mengatakan TikTok tidak menghapus video protes Hong Kong karena alasan politik. Perusahaan mengatakan video-video itu mungkin telah diturunkan karena melanggar pedoman seputar konten kekerasan, grafik, mengejutkan atau sensasional.

TikTok pada Juni lalu mengambil langkah besar menuju peningkatan layanan dengan mempekerjakan Kevin Mayer, arsitek strategi video dari Walt Disney Co. Mayer yang mengelola TikTok secara global, dapat membantu kelancaran hubungan dengan anggota parlemen AS dan kelompok-kelompok kepentingan sembari menarik bakat dan konten baru untuk mempercepat ekspansi internasionalnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong TikTok
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top