Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas Tinombala Salah Tembak 2 Petani, Fadli Zon: Gembar-Gembor Pancasila, Petani Ditembak

Fadli Zon, Wakil Ketua DPR periode 2014—2019, mengatakan bahwa nyawa manusia di Indonesia sangat murah, dan dia mempertanyakan mengapa petani ditembak.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  08:55 WIB
Politisi Partai Gerindra Fadli Zon bergegas usai mengikuti rapat internal di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Politisi Partai Gerindra Fadli Zon bergegas usai mengikuti rapat internal di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Politisi Partai Gerindra Fadli Zon berkomentar atas salah tembak anggota Satgas Tinombala, sehingga menewaskan dua orang petani di Kabupaten Poso.

Fadli Zon berkomentar lewat akun Twitternya @fadlizon pada Selasa (7/7/2020).

Fadli Zon, Wakil Ketua DPR periode 2014—2019, mengatakan bahwa nyawa manusia di Indonesia sangat murah, dan dia mempertanyakan mengapa petani ditembak.

Petani, ujarnya, adalah tulang punggung ketahanan pangan.

“Murah sekali nyawa di Republik Indonesia, petani kok ditembak? Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan, tanpa petani rakyat makan apa? Ironis, gembar gembor Pancasila, petani ditembak mati,” ujar Fadli Zon.

Sebelumnya diberitakan, dua petani Kabupaten Poso tewas ditembak pasukan Satgas Tinombala karena melarikan diri saat ditanyai identitasnya oleh pasukan yang tengah bertugas menangkap teroris di Poso tersebut. Namun, penembakan itu sudah sesuai prosedur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan bahwa tim Satgas Tinombala telah melaksanakan prosedur yang semestinya terkait kasus dugaan salah tembak terhadap dua petani di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Informasi tersebut diperoleh setelah Mabes Polri, dalam hal ini Danpas Pelopor dan Karo Provost Divpropam Polri terbang ke Poso pada 8 - 13 Juni 2020 untuk melakukan investigasi terhadap 12 anggota tim Satgas Tinombala yang bertugas saat itu. Lokasi penembakan yakni KM 09 Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso merupakan zona merah dimana kerap terjadi kontak senjata antara satgas dengan kelompok teroris.

"Sehingga demi menjaga keamanan dan keselamatan warga di wilayah tersebut, dibentuk Pos Sekat sebagai kontrol yakni bagi setiap warga yang hendak keluar atau masuk wilayah KM 09 harus lapor petugas terlebih dulu," tutur Awi di Jakarta, Senin (6/7/2020) seperti dilaporkan Antara.

Saat kejadian yakni pada 2 Juni 2020 sore, kondisi cuaca sedang hujan sehingga tidak ada masyarakat yang pulang. Dari hasil investigasi diketahui saat itu kedua korban memasuki area KM 09 dengan tidak melapor ke petugas Pos Sekat terlebih dulu.

"Sehingga aturannya, tim yang bertugas patut mewaspadai dan menghadang orang tak dikenal," katanya.

Awi menambahkan, petugas telah bertindak sesuai prosedur operasi standar dengan berteriak agar jangan bergerak/ jangan melarikan diri.

"Peringatan awal itu tidak dihiraukan sehingga petugas memberi tembakan peringatan, namun orang tersebut masih berupaya melarikan diri kemudian petugas melakukan penembakan mengakibatkan keduanya meninggal dunia," paparnya.

Kemudian, Karo Provost telah menyambangi rumah keluarga korban. Pihak keluarga korban membuat pernyataan bahwa bila dalam pemeriksaan, ternyata petugas terbukti melakukan pelanggaran dalam bertugas, agar diberi hukuman saja dan tidak dikeluarkan sebagai anggota Polri.

Sebelumnya, dua petani asal Dusun Sipatuo, Desa Kilo, Poso yakni Syarifudin (25) dan Firman (17) ditemukan tewas saat tengah memanen kopi di kebun, Selasa (2/6/2020).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Fadli Zon Operasi Tinombala
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top