Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KBRI Uni Emirat Telah Pulangkan 800 WNI, 300 Pramuwisma Menyusul

Ada sekitar 77.000 warga negara Indonesia di UEA, 80 persen di antaranya adalah pramuwisma dan 20 persen bekerja di berbagai sektor.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  07:59 WIB
Uni Emirat Arab - Reuters
Uni Emirat Arab - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi telah memulangkan lebih dari 800 warga negara Indonesia dalam beberapa bulan terakhir dan lebih dari 300 pramuwisma segera dipulangkan.

Ada sekitar 77.000 warga negara Indonesia di Uni Emirat Arab, 80 persen di antaranya adalah pramuwisma dan 20 persen bekerja sebagai insinyur di industri migas, serta pabrik kertas dan berbagai sektor seperti perhotelan, menjadi pelaut, perawat, dan imam masjid.

Ketika berbicara kepada Gulf News, Husin Bagis, Duta Besar Indonesia untuk UEA, mengatakan, “Kami memiliki lebih dari 300 pramuwisma yang ingin pulang ke rumah. Selain itu, kami juga memiliki banyak pelaut Indonesia yang bekerja di kapal pengangkut migas yang ingin pulang, tetapi mereka tidak bisa karena sejak Maret tidak ada kemungkinan perubahan awak.

"Banyak dari mereka telah melewati kontrak karena tidak ada pelaut asing yang diizinkan masuk sejak Maret sehingga membuat mereka tidak bisa mendapatkan perubahan kru."

Antara April dan Mei, ada enam penerbangan dengan sekitar 800 penumpang Indonesia, yang terdiri atas pramuwisma, pekerja profesional, pelaku bisnis perhotelan yang meninggalkan UEA menuju Indonesia.

KBRI Abu Dhabi mencatat sekitar 800 orang Indonesia telah dipulangkan dengan mekanisme pemulangan sukarela. Namun, sejak Etihad terbang empat kali seminggu pada Juni, pihak KBRI tidak lagi mencatat manifes.

“Adapun penerbangan charter, kami telah mengatur dua repatriasi pada April. Penerbangan ini untuk para pelaut yang terdampar dari enam kapal pesiar yang berlabuh di Abu Dhabi dan Dubai,” kata Husin.

Sebanyak 538 pelaut Indonesia dipulangkan dengan penerbangan carter yang dibayar oleh perusahaan.

Sampai dengan saat ini, KBRI masih melakukan pemulangan pelaut Indonesia, tetapi karena jumlahnya tidak sebesar, mereka dipulangkan dengan menggunakan 'penerbangan repatriasi keluar terbatas' dengan Etihad.

Dubes Husin menuturkan bahwa sejak penutupan bandara, penerbangan, dan layanan imigrasi, KBRI telah menyediakan tempat bagi WNI yang bermasalah di wisma tamu kedutaan, dan jumlahnya tercatat 144 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni emirat arab uea Virus Corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top