Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tekan Dampak Covid-19, Inggris Kaji Pembagian Voucher Sebesar 500 Poundsterling

Voucher tersebut hanya dapat digunakan untuk belanja di sektor-sektor yang terkena dampak Covid-19, seperti perhotelan dan ritel non-online.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  22:29 WIB
Bendera Inggris - public domain
Bendera Inggris - public domain

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Keuangan Inggris tengah memempertimbangkan untuk membagikan voucher belanja senilai 500 poundsterling atau sekitar Rp9 juta untuk orang dewasa dan 250 poundsterling atau sekitar Rp4,5 juta untuk anak-anak.

Voucher tersebut hanya dapat digunakan untuk belanja di sektor-sektor yang terkena dampak Covid-19, seperti perhotelan dan ritel non-online.

Mengutip The Guardian, Minggu (5/7/2020), wacana ini digagas oleh tim think tank Resolution Foundation. Skema ini sukses digunakan di China, Taiwan, dan Malta.

Pada April 2020, kota Wuhan, China, tempat wabah Covid-19 diyakini pertama terjadi, menggelontorkan 500 juta yuan 57 juta poundsterling) dalam bentuk voucher konsumsi untuk digunakan di restoran, pusat perbelanjaan, toko serba ada, dan tempat budaya, olahraga, dan tempat wisata.

James Smith, Direktur Penelitian di Resolution Foundation, mengatakan bahwa pembatasan jarak sosial atau social distancing berimplikasi besar bagi perusahaan di sektor ritel, perhotelan, dan pariwisata.

“Skema voucher yang hanya akan dibelanjakan di sektor-sektor ini akan memicu permintaan di bagian yang tepat pada ekonomi kita, meningkatkan standar hidup dan memberikan dukungan yang ditargetkan kepada bisnis yang paling membutuhkan bantuan,” katanya.

Voucher akan menjadi cara yang lebih efektif untuk menekan dampak ekonomi dibandingkan dengan pemotongan PPN atau bantuan sosial berupa uang tunai dari negara kepada warganya.

Bantuan sosial berupa uang tunai ke rekening bank kemungkinan akan mengendap dalam bentuk tabungan oleh banyak rumah tangga berpenghasilan tinggi. Sementara itu pemotongan PPN tidak akan berdampak signifikan bagi keluarga berpenghasilan rendah, karena mereka cenderung menghabiskan uang untuk belanja barang bebas pajak.

Menurut The Guardian, Resolution Foundation menyarankan batas waktu satu tahun untuk menghabiskan voucher tersebut. Asumsi biaya yang diperlukan negara sebesar 30 miliar poundsterling.

Sumber yang terlibat dalam diskusi mengatakan Kementerian Keuangan kemungkinan akan menolak dengan alokasi dana sebesar 30 miliar poundsterling dan memilih jumlah yang lebih kecil, jika mengimplementasikan hal tersebut. Namun membuka peluang untuk meningkatkan nilai voucher bila skema terbukti efektif.

Adapun Inggris mencatat aktivitas ekonomi di sektor perhotelan turun lebih dari 90% pada bulan April dan ada kekhawatiran bahwa banyak sektor akan terus terkena dampak buruk saat pembatasan jarak sosial tetap ada.

Di Jerman dan Prancis, di mana lockdown telah melonggar, liburan dan perjalanan ritel tetap turun lebih dari 10 persen dibandingkan dengan masa sebelum krisis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top