Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-gara Bantuan US$664 Juta, PM Trudeau Tersangkut Kasus Hukum

Dana US$664 juta itu merupakan bantuan dari Pemerintah Kanada terhadap sebuah lembaga amal, untuk menjalankan program bagi para pelajar. Lantas, apa masalahnya?
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 04 Juli 2020  |  18:44 WIB
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dalam sebuah konferensi pers di Chelsea, Quebec, Kanada, Jumat (19/6/2020). - Bloomberg/David Kawai
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dalam sebuah konferensi pers di Chelsea, Quebec, Kanada, Jumat (19/6/2020). - Bloomberg/David Kawai

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah upaya menanggulangi dampak pandemi Covid-19, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau harus menghadapi masalah lain. Dia kini tersangkut konflik kepentingan terkait bantuan senilai lebih dari US$664 juta.

Seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (4/7/2020), pemerintahan Trudeau diketahui memberikan bantuan bertajuk The Canada Student Service Grant senilai lebih dari 900 juta dolar Kanada, sekitar US$664 juta, kepada lembaga amal bernama WE Charity.

Dana itu ditujukan untuk program bantuan bagi para pelajar yang kesulitan membayar uang sekolah dan pengeluaran lainnya selama pandemi berlangsung, seiring dengan berkurangnya lowongan pekerjaan. Para pelajar yang mengikuti program ini mesti mengikuti kegiatan pelayanan tertentu dan nantinya mendapat bantuan antara 1.000 dolar Kanada-5.000 dolar Kanada.

Namun, Trudeau dan ibunya diketahui sering hadir dalam kegiatan yang digelar oleh WE Charity. Selain itu, istrinya yakni Sophie Grégoire Trudeau, menjadi pembawa acara podcast yang dijalankan oleh lembaga tersebut.

Badan Konflik Kepentingan dan Komisioner Etik Kanada mengatakan penyelidikan terhadap kebijakan ini sedang berlangsung. Lembaga itu mengungkapkan menerima permintaan dari dua anggota Parlemen, yang isinya meminta lembaga itu mengkaji kebijakan Trudeau.

Salah satu anggota Parlemen yang mengajukan permintaan itu adalah Michael Barret. Dia berpendapat hubungan antara Trudeau dan istrinya dengan WE Charity bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Konflik Kepentingan.

Terkait hal ini, juru bicara Trudeau Ann-Clara Vaillancourt menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan penyelidikan yang dilakuka serta memastikan bakal menjawab semua pertanyaan yang diajukan.

Pada Jumat (3/7), WE Charity dan Pemerintah Kanada juga mengumumkan kerja sama tersebut telah diakhiri. WE Charity, yang beroperasi di 130 sekolah, mengaku setuju untuk ikut serta dalam The Canada Student Service Grant setelah didekati oleh pejabat pemerintah pada akhir April 2020.

Lembaga itu mengklaim program tersebut berlangsung dengan sukses, tapi kemudian memutuskan untuk mundur karena pro kontra atas program ini terus berkembang. WE Charity menyampaikan akan mengabaikan seluruh biaya yang terkait dengan operasional program tersebut dan berencana mengembalikan seluruh pendanaan yang telah diterima.

Kasus konflik kepentingan ini bukan yang pertama dihadapi Trudeau, tapi merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, dia pernah diselidiki setelah berlibur secara rahasia di pulau pribadi milik Aga Khan, seorang imam dari mazhab Ismailiyah, pada 2016 dan karena melanggar UU Konflik Kepentingan setelah menekan mantan Jaksa Agung untuk membantu SNC-Lavalin Group Inc. menyelesaikan kasus dugaan korupsi di luar pengadilan.

SNC-Lavalin adalah perusahaan penyedia jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk berbagai sektor dan beroperasi di 160 negara. Perusahaan yang berkantor pusat di Montreal, Kanada itu merupakan perusahaan konstruksi terbesar Kanada dalam hal pendapatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanada Justin Trudeau
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top