Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mark Zuckerberg Akan Bertemu Kelompok di Balik Boikot Iklan Facebook

Juru bicara Facebook mengungkapkan pihaknya telah bertemu dengan sejumlah kelompok, termasuk National Association for the Advancement of Colored People, the Anti-Defamation League, dan Color of Change, untuk mengatur pertemuan dengan Zuckerberg.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  12:47 WIB
Tampilan aplikasi Facebook di smartphone - Bloomberg
Tampilan aplikasi Facebook di smartphone - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Chief Executive Officer Facebook Inc. Mark Zuckerberg setuju untuk bertemu dengan kelompok hak-hak sipil yang mengorganisir boikot iklan di platform media sosial tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, juru bicara Facebook mengungkapkan pihaknya telah bertemu dengan sejumlah kelompok, termasuk National Association for the Advancement of Colored People, the Anti-Defamation League, dan Color of Change, untuk mengatur pertemuan dengan Zuckerberg.

Kelompok hak-hak sipil tersebut mengatakan kepada Chief Operating Officer Sheryl Sandberg dan Chief Product Officer Chris Cox bahwa mereka ingin Zuckerberg hadir dalam pertemuan.

"Sejak saat itu, kami mengonfirmasi bahwa Mark akan bergabung. Kami menunggu kabar selanjutnya dan menantikan kesempatan untuk melanjutkan dialog," ungkap juru bicara tersebut, seperti dikutip Bloomberg.

Perusahaan-perusahaan mulai dari Verizon Communications Inc. hingga Hershey Co. juga telah menghentikan iklan media sosial setelah para kritikus mengatakan bahwa Facebook telah gagal untuk secara mengelola ujaran kebencian dan disinformasi di platform media sosialnya.

Coca-Cola Co. mengatakan akan menghentikan semua iklan berbayar di semua platform media sosial selama setidaknya 30 hari.

CEO Facebook Mark Zuckerberg segera menanggapi kritik yang berkembang tentang disinformasi di situsnya. Dia mengumumkan perusahaan akan melabeli semua posting yang berhubungan dengan pemungutan suara dengan tautan yang mendorong pengguna untuk mengecek pusat informasi yang valid.

"Tidak ada pengecualian untuk politisi dalam kebijakan apa pun yang saya umumkan di sini hari ini," kata Zuckerberg.

Wakil presiden Color for Change, Arisha Hatch mengatakan pihaknya berharap Mark Zuckerberg akan mendengar keprihatinan yang sebenarnya mengenai bagaimana platform Facebook beroperasi.

“Kami jelas telah berbicara dengan korporasi selama bertahun-tahun, dan permintaan kami masih tetap sama, tetapi kami berharap bahwa tekanan dari pengiklan korporat dari seluruh dunia ini dapat benar-benar membuat permintaan kami didengae,” ungkap Hatch.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top