Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akibat Perebutan Kursi Direksi, Saham Merek Ikonik Taiwan Ini Anjlok

Saham Tatung Co. anjlok 10 persen pada awal perdagangan Rabu dan menjadi salah satu saham dengan kinerja terburuk di MSCI Asia Pacific Index.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  13:04 WIB
Logo perusahaan Tatung - tatung.com
Logo perusahaan Tatung - tatung.com

Bisnis.com, JAKARTA – Harga saham salah satu merek peralatan rumah tangga favorit Taiwan anjlok hingga batas maksimum harian di tengah konflik perebutan kekuasaan untuk mengendalikan perusahaan

Dilansir dari Bloomberg, saham Tatung Co. anjlok 10 persen pada awal perdagangan Rabu dan menjadi salah satu saham dengan kinerja terburuk di MSCI Asia Pacific Index setelah Lin Kuo Wen-yen terpilih kembali sebagai ketua dewan direksi pada rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar Selasa (30/6/2020).

Tetapi terpilihnya Lin menuai kontroversi karena ia diduga menghalangi belasan pemegang saham institusional dan individu untuk ikut serta dalam pemungutan suara.

Menurut kandidat salah satu direktur independen perusahaan, Huang Kuo-chang, Investor yang tidak memberikan suaranya memiliki lebih dari 50 persen saham perusahaan.

Keputusan perusahaan yang menghalangi pemegang saham tertentu mengikuti pemungutan suara mendapat reaksi dari otoritas bursa. Bursa Efek Taiwan mengumumkan akan membatasi perdagangan saham Tatung mulai Kamis karena perusahaan tidak dapat menjustifikasi prosedur pemilihannya.

Saham Tatung harus dibayar penuh di muka dan merupakan metode yang biasanya disediakan untuk perusahaan yang tengah mengalami kesulitan keuangan.

Tatung mengatakan dalam sebuah bahwa mereka hanya melarang perwakilan pemegang saham “ilegal” untuk melakukan pemungutan suara dan telah mematuhi semua hukum yang relevan selama RUPS.

Pemungutan suara ini menandakan babak baru konflik perebutan kontrol dewan direksi antara Lin Kuo dan sekelompok investor yang dipimpin oleh Wang Guangxiang, kepala perusahaan konstruksi lokal dan salah satu pemegang saham terbesar Tatung.

Manajemen Tatung saat ini meminta regulator keuangan Taiwan untuk memverifikasi sumber dana Wang awal tahun ini menyusul kecurigaan bahwa ia mendapat dukungan modal oleh investor asal China.

Hanya investor institusi China daratan yang memenuhi syarat yang diizinkan untuk membeli saham di bursa Taiwan dan hanya diperbolehkan memiliki maksimal 10 persen saham dalam satu perusahaan.

Pusat Perlindungan Investor Efek dan Berjangka China mengatakan bahwa prosedur pemilihan dewan direksi Tatung termasuk cacat secara hukum.

Organisasi tersebut menambahkan bahwa pemungutan suara tersebut menjadi kemunduran terbesar dalam upaya Taiwan untuk memperkuat tata kelola perusahaan.

Central News Agency melaporkan pemegang saham yang tidak menyetujui hasil pemilihan tersebut memiliki waktu 30 hari untuk meminta pengadilan membatalkan keputusan.

Tatung merupakan salah satu merek alat rumah tangga tertua di Taiwan yang terkenal dengan produk penanak nasi ikoniknya. Meskipun kerap mencatat pelemahan tahunan dalam 10 tahun terakhir, perusahaan memiliki daya tarik sebagai sebagai target investasi karena kepemilikan real estatnya, mencakup seluruh blok di salah satu lingkungan yang paling diminati di Taipei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taiwan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top