Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penanganan Corona Kurang Sistematis, Fadli Zon Dukung Jokowi Reshuffle Kabinet

Fadli Zon menilai pemerintah gagal menentukan prioritas karena lebih terfokus pada penanganan krisis ekonomi dan bisnis ketimbang penanganan Covid-19.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  16:30 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bergegas usai mengikuti rapat internal di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bergegas usai mengikuti rapat internal di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menilai penanganan Covid-19 di Indonesia kurang sistematis dan sepakat jika opsi perombakan atau reshuffle kabinet memang harus diambil Presiden Joko Widodo.

Fadli Zon yang juga merupakan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR ini mengatakan bahwa organisasi kerja di dalam mengatasi krisis pandemi dilihatnya kurang sistematis.

Menurutnya, kalau melihat krisis yang begitu besar ini, maka yang sebaiknya ditunjuk sebagai satgas Covid-19 adalah orang yang mempunyai akses yang besar.

"Sebagai contoh misalnya Mendagri karena menyangkut koordinasi dengan daerah-daerah atau seperti di negara lain ada juga yang Menteri Pertahanan atau sebenarnya yang paling utama adalah Menteri Kesehatan," ujar Fadli dalam acara Indonesia Lawyer Club yang ditayangkan TVOne pada Selasa (30/6/2020).

Lebih lanjut, Fadli juga menyampaikan bahwa pemerintah gagal dalam menentukan prioritas. Dia menilai pemerintah lebih terfokus pada penanganan krisis ekonomi dan bisnis ketimbang penanganan penyelesaian Covid-19.

Menurutnya, seharusnya pemerintah memprioritaskan penanganan kesehatan akibat Covid-19 dan setelahnya baru mengatasi dampak ekonomi.

Sedangkan terkait opsi reshuffle kabinet, Fadli sepakat pada pernyataan Presiden Joko Widodo yakni kinerja kabinet khususnya sangat terkait dengan penanganan kesehatan ekonomi yang kurang optimal.

"Jadi saya melihat sekarang tergantung kepada Presiden bagaimana melihat ini. Tetapi kalau misalnya memang harus dilakukan reshuffle menurut saya memang pada bagian-bagian yang sangat terkait dengan penanganan baik untuk kesehatan maupun untuk ekonomi," katanya.

Adapun, pidato Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet 18 Juni 2020 menjadi sorotan. Dalam video yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020), Presiden menumpahkan kekecewaan terhadap penanganan Covid-19 selama tiga bulan terakhir hingga menyinggung perombakan kabinet.

"Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," ujarnya dalam video rapat internal yang baru diunggah kanal resmi Sekretariat Presiden di Youtube, Minggu (28/6/2020).

Jokowi mengatakan bahwa dia melihat laporan belanja di kementerian tidak menunjukkan perkembangan penyerapan yang signifikan. Padahal, pada masa pandemi Covid-19 ini, peran pemerintah sangat penting, yakni dalam menjamin kelangsungan kehidupan masyarakat.

"Saya harus ngomong apa adanya, enggak ada progress yang signifikan. Kalau mau minta Perppu lagi saya buatkan asal untuk negara asal untuk rakyat. Saya pertaruhkan reputasi politik saya," ujar Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Reshuffle Kabinet Fadli Zon covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top