Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Muncul Sindrom Langka Terkait Covid-19 di AS

Hampir 300 kasus sindrom langka yang mengancam jiwa pada anak dan remaja yang terkait dengan virus corona ditemukan di Amerika Serikat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  17:20 WIB
Suasana di California, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2020. Sebagian orang tidak mengenakan masker meskipun negara itu masih didera pandemi Covid-19./Antara - Reuters
Suasana di California, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2020. Sebagian orang tidak mengenakan masker meskipun negara itu masih didera pandemi Covid-19./Antara - Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON – Virus corona terus mengganas dengan memunculkan sindrom langka yang mengancam jiwa pada anak dan remaja di Amerika Serikat.

Hasil riset yang dilansir The New England Journal of Medicine menyebutkan hampir 300 kasus sindrom langka yang mengancam jiwa pada anak dan remaja yang terkait dengan virus corona ditemukan di AS. Riset itu dipublikasikan menyusul sejumlah laporan sindrom di kalangan pasien Covid-19 di Prancis, Spanyol, dan Inggris.

Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) mempunyai gejala yang sama dengan syok toksik dan penyakit Kawasaki seperti demam, ruam, pembengkakan kelenjar, dan pada kasus parah mengalami peradangan jantung.

Keadaan konsisten yang muncul akibat sindrom terjadi 2 sampai 4 pekan setelah infeksi virus corona, demikian dikemukakan profesor pediatri dan kesehatan anak internasional di Imperial College London, Michael Levin, dalam editorial bersama.

Dia menuliskan bahwa sindrom tersebut berdampak pada 2 dari 100.000 anak muda, yang diartikan sebagai usia di bawah 21 tahun, dari 322 pada 100.000 pasien Covid-19.

Sementara sejumlah riset mengidentifikasi sekitar 300 kasus di Amerika Serikat, Levin mencatat bahwa terdapat lebih dari 1.000 kasus yang dilaporkan di seluruh dunia dan proporsi yang relatif tinggi terjadi di kalangan orang kulit hitam, orang Hispanik atau Asia Selatan.

"Terdapat kekhawatiran bahwa anak-anak yang memenuhi kriteria diagnostik MIS-C saat ini merupakan 'puncak gunung es' dan masalah yang lebih besar mungkin bersembunyi di bawah permukaan air," tulis Levin.

Studi pertama, yang dipimpin oleh Rumah Sakit Anak Boston, menemukan 186 kasus MIS-C berada di 26 negara bagian AS, dengan empat dari lima kasus memerlukan perawatan intensif dan satu dari lima kasus membutuhkan ventilasi mekanis serta empat pasien meninggal.

Studi kedua, yang memantau pasien di New York dan dilakukan oleh departemen kesehatan setempat, menemukan 95 kasus terkonfirmasi lainnya, dengan empat dari lima kasus perlu dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU) dan dua pasien meninggal.

Tak diketahui pasti mengapa MIS-C berkembang pada anak-anak dan remaja dan bukan yang lainnya, demikian dtulis Antara pada Selasa (30/6/2020) mengutip Reuters.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan Virus Corona

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top