Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

14 Negara Dianggap Aman, Warga AS, Brasil, dan China Dilarang Masuk Uni Eropa

Di antara negara yang dinyatakan aman termasuk Australia, Kanada, Jepang, Maroko, dan Korea Selatan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  06:19 WIB
Lambang Uni Eropa terpampang di depan gedung Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (27/5/2020). - Bloomberg/Geert Vanden Wijngaert
Lambang Uni Eropa terpampang di depan gedung Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (27/5/2020). - Bloomberg/Geert Vanden Wijngaert

Bisnis.com, JAKARTA - Meski wabah Covid-19 masih berjangkit, namun Uni Eropa menetapkan 14 negara yang warganya dianggap "aman" untuk masuk mulai 1 Juli tidak termasuk AS, Brasil, dan China

Di antara negara yang dinyatakan aman termasuk Australia, Kanada, Jepang, Maroko, dan Korea Selatan seperti dikutip BBC.com, Selasa (30/6/2020).

Uni Eropa (UE) siap untuk memasukan China ke daftar yang warganya boleh berkunjung jika pemerintah negara itu menawarkan kesepakatan timbal balik bagi para pelancong UE, kata para diplomat.

Kontrol perbatasan UE telah dicabut untuk warga UE yang bepergian di dalam blok kelompok  negara itu. Sedangkan aturan untuk pelancong Inggris dibahas secara terpisah dalam negosiasi Brexit.

Warga negara Inggris masih harus diperlakukan dengan cara yang sama seperti warga negara Uni Eropa sampai akhir periode transisi Brexit pada tanggal 31 Desember mennadatang.

Oleh karena itu, selama waktu itu warga negara Inggris dan anggota keluarga mereka dibebaskan dari pembatasan perjalanan sementara.

Dalam daftar "aman" saat ini, sejumlah negara masih dimungkinkan untuk diubah seperti  Aljazair, Australia, Kanada, Georgia, Jepang, Montenegro, Maroko, Selandia Baru, Rwanda, Serbia, Korea Selatan, Thailand, Tunisia, dan Uruguay.

Inggris saat ini sedang menegosiasikan "jalur udara" dengan beberapa negara anggota UE. Dengan demikian virus corona tidak sepenuhnya memblokir liburan musim panas yang merupakan musim tersibuk di Eropa untuk industri pariwisata yang mempekerjakan jutaan orang.

Akan tetapi, ada perpecahan di antara negara Uni Eropa seperti sikap Spanyol. Negara tersebut menginginkan peningkatan arus masuk wisatawan, tetapi lebih memilih untuk bermain aman karena mereka telah terpukul sangat keras oleh wabah Covid-19.

Adapun Yunani dan Portugal, yang bergantung pada pariwisata, juga tidak terlalu ketat untuk menangkal virus corona, karena kebutuhan ekonomi.

Negara-negara seperti Jerman dan Spanyol yang  cukup terpukul akibat Covid-19, tidak terlalu serius  menanggapi larangan masuk tersebut.

Kedua negara memiliki daftar pendek negara dengan tingkat infeksi rendah, layanan kesehatan yang baik dan data kesehatan yang dapat diandalkan.

Sedangkan Prancis, bersikeras pada prinsip timbal balik. Jika negara non-UE melarang penerbangan dari blok tersebut maka  negara itu tidak akan muncul dalam daftar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top