Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Doni Monardo Minta Hipmi Ciptakan Lapangan Kerja untuk PMI

Hipmi diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja untuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Tanah Air karena kehilangan pekerjaannya akibat Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  19:01 WIB
Petugas perlindungan tenaga kerja (kanan) mendampingi sejumlah pekerja migran yang dideportasi dari Malaysia di Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai di Dumai, Riau, Sabtu (7/3/2020). Otoritas imigrasi Malaysia mendeportasi 30 pekerja migran Indonesia yang sudah menyelesaikan masa hukumannya dan ditahan di kamp orang asing Machap Umboo Melaka, kembali ke tanah air lewat Pelabuhan Dumai. ANTARA FOTO - Aswaddy Hamid
Petugas perlindungan tenaga kerja (kanan) mendampingi sejumlah pekerja migran yang dideportasi dari Malaysia di Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai di Dumai, Riau, Sabtu (7/3/2020). Otoritas imigrasi Malaysia mendeportasi 30 pekerja migran Indonesia yang sudah menyelesaikan masa hukumannya dan ditahan di kamp orang asing Machap Umboo Melaka, kembali ke tanah air lewat Pelabuhan Dumai. ANTARA FOTO - Aswaddy Hamid

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

"Diharapkan untuk bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk mereka yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19, salah satunya pekerja migran Indonesia," kata Doni saat bertemu dengan ketua Hipmi Maming Mardani di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Senin (29/6/2020).

Menurut Doni, PMI yang kembali ke Indonesia akibat pandemi Covid-19 mempunyai kemampuan bahasa asing yang dapat digunakan untuk menjadi pemandu wisatawan asing.

"Ada potensi mereka yang pulang dari luar [negeri], rata-rata mempunyai kemampuan bahasa asing yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi pemandu wisata bagi wisatawan asing,” ujarnya.

Selain itu, dia berharap, Hipmi dapat menggandeng perangkat desa, lembaga dan seluruh elemen masyarakat untuk dapat mengembangkan pariwisata berbasis komunitas dan alam.

"Dengan menggandeng semua elemen masyarakat dapat membangun desa wisata berbasis komunitas, misalnya membuat home stay, memberikan pelatihan, transportasi menggunakan sepeda untuk keliling menikmati keindahan alam Indonesia," ujarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menuturkan pembukaan sejumlah kawasan wisata alam dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kembali kepercayaan wisatawan domestik dan internasional di tengah pandemi Covid-19.

“Pariwisata ini adalah sektor yang sangat tergantung pada kepercayaan wisatan, baik itu domestik ataupun internasional dalam memberikan rasa aman, sehat dan nyaman. Kita harus bisa membangun kepercayaan ini agar pariwisata dapat bangkit kembali,” kata Wishnutama saat memberi keterangan pers di BNPB, Senin (22/6/2020).

Namun, dia meminta seluruh pihak dapat menerapkan protokol kesehatan, sehingga dengan dibukanya wisata alam ini tidak meningkatkan kasus baru Covid-19 di kawasan wisata yang tengah dibuka secara bertahap tersebut.

“Jika kita tidak hati-hati dan disiplin pelaksanannya, justru dampak ekonominya bisa lebih buruk nantinya bagi sektor pariwisata,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipmi Pekerja Migran Indonesia covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top