Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Merebak di Victoria, Australia Tetap Longgarkan Batasan Sosial

Wabah corona kembali merebak di Negara Bagian Victoria, tetapi Pemerintah Australia tetap memilih untuk melonggarkan pembarasan sosial.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  16:55 WIB
Tanda layanan publik mengenai jarak sosial ditampilkan di halte trem saat lockdown akibat pandemi corona di Melbourne, ibu kota Negara Bagian Victoria, Autstralia pada 23 Maret 2020./Blomberg - Carla Gottgens
Tanda layanan publik mengenai jarak sosial ditampilkan di halte trem saat lockdown akibat pandemi corona di Melbourne, ibu kota Negara Bagian Victoria, Autstralia pada 23 Maret 2020./Blomberg - Carla Gottgens

Bisnis.com, SYDNEY – Australia memutuskan untuk melanjutkan pelonggaran pembatasan sosial meskipun wabah virus corona jenis Covid-19 kembali merebak di Negara Bagian Victoria.

"Seluruh negara bagian berkomitmen meneruskan berbagai rencana mereka," kata Perdana Menteri Scott Morrison pada Jumat (26/6/2020).

Victoria mencatat dua digit kasus baru selama 10 hari berturut-turut. Negara bagian terpadat kedua di Australia itu memiliki 200 dari total 270 kasus aktif di negara tersebut.

Meski pihak berwenang berusaha keras menahan penyebaran virus, termasuk memulai sistem pengujian besar-besaran dan menyerukan dukungan militer, Morrison mengatakan semua negara bagian telah setuju menghapus lebih banyak aturan pembatasan sosial.

Australia berjanji menghapus sebagian besar pembatasan jarak sosial pada akhir Juli, meski setiap negara bagian menentukan langkah mereka sendiri.

Perbatasan internasional Australia akan tetap ditutup, tetapi kepala badan layanan medis nasional Brendan Murphy mengatakan Canberra akan memperketat persyaratan terhadap orang yang kembali dari luar negeri.

Australia mengharuskan semua penduduknya yang kembali dari luar negeri untuk menjalani karantina di hotel selama 2 pekan.

Namun, sekitar 30 persen warga Victoria menolak menjalani tes Covid-19 sebelum meninggalkan karantina. "Kami akan mulai menguji orang-orang saat masuk ke karantina dan menguji orang sebelum mereka meninggalkan karantina," kata Murphy di Canberra.

Meskipun ada jaminan dari Morrison bahwa kurva kasus Covid-19 di Australia melandai, jaringan supermarket terbesar Australia, Woolworths, memberlakukan batasan pembelian kertas toilet dan handuk dapur di seluruh negeri.

"Kami mengambil tindakan pencegahan sekarang untuk mengatasi pembelian berlebihan," kata Claire Peters, Direktur Pelaksana Divisi Supermarket Woolworths.

Pada Maret pedagang besar Australia membatasi pembelian semacam itu karena tindakan memborong membuat rak-rak menjadi kosong di tengah kekhawatiran akan penerapan lockdown akibat virus corona.

Morrison berkeras sistem kesehatan Australia dapat mengatasi kenaikan kasus baru di tengah cibiran mengenai pembukaan kembali ekonomi saat negara itu menuju ke resesi pertamanya dalam hampir 30 tahun.

Australia mencatat total sekitar 7.500 kasus Covid-19 dengan 104 kematian, jauh di bawah banyak negara lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia Virus Corona

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top