Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Unik, Fans K-Pop Pesan Tiket Kampanye Trump Supaya Kursi Kosong

Pengguna Tiktok dan penggemar musik serta band Korea berinisiatif membeli tiket kampanye Trump.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  22:12 WIB
President Donald Trump saat berkunjung ke Honeywell International Inc. produsen masker N95 di Phoenix pada 5 Mei 2020. - Bloomberg/Brendan
President Donald Trump saat berkunjung ke Honeywell International Inc. produsen masker N95 di Phoenix pada 5 Mei 2020. - Bloomberg/Brendan

Bisnis.com, JAKARTA - Sekelompok fans K-pop dan remaja pengguna TikTok dikabarkan sengaja pesan tiket kampanye presiden Amerika Serikat Donald Trump di Tulsa, Oklahoma, AS supaya banyak kursi yang kosong saat hari H, Sabtu malam (20/6/2020).

Seperti dikutip dari Antara pada Senin (22/6/2020), mewartakan banyak kursi kosong, hanya sepertiga dari kapasitas 19.000 di venue itu. Semuanya bermula dari cuitan Trump pada 11 Juni yang mempromosikan pendaftaran gratis secara online dan via telepon selular untuk menghadiri kampanyenya itu.

Layaknya sengaja mengerjai, satu video TikTok mendorong orang-orang mendaftar untuk mendapatkan tiket gratis ke kampanye Trump, guna memastikan kursi-kursi itu kosong.

"Trump telah secara aktif berusaha untuk menghilangkan hak jutaan orang Amerika dalam banyak hal, dan bagi saya, ini adalah protes yang dapat saya lakukan," kata Erin Hoffman, seorang warga New York berusia 18 tahun.

Hoffman menambahkan bahwa ia memesan dua tiket dan membujuk orang tua untuk memesan dua lagi.

Menyusul sedikitnya orang yang hadir itu, manajer kampanye Trump Brad Parscale menyalahkan pengunjuk rasa Black Lives Matter yang berkerumun di luar lokasi Bank of Oklahoma (BOK) Center di Tulsa.

Dalam sebuah pernyataan resmi kemarin, Parscale membantah klaim bahwa pengguna TikTok dan penggemar K-Pop adalah penyebab angka kehadiran kampanye yang rendah.

Brad Parscale menyalahkan media dan pengunjuk rasa karena menghalangi orang-orang untuk hadir.

Namun, para politisi dan analis, yang anaknya banyak yang ikut "nge-prank" acara tersebut mengkonfirmasi bahwa ada kesengajaan anak-anak muda untuk membuat kursi kampanye Trump kosong.

"Dia dikerjai anak-anak muda dan fans K-Pop yang pesan tiket untuk sengaja tidak datang," kata Joy Reid di siaran MSNBC usai pidato Trump.

Para pengguna TikTok pun lantas membagikan tangkapan layar di mana mereka memesan kursi kampanye dengan menggunakan kode pos Tulsa untuk sengaja tidak hadir.

Salah satu pengguna TikTok mengatakan pada Times bahwa mereka sengaja melakukan gerakan itu diam-diam di TikTok Alt di mana orang biasa melakukan prank dan banyak aktivitas lain.

"K-Pop Twitter dan Alt TikTok punya kerja sama baik di mana mereka menyebar informasi di antara para pengguna dengan sangat cepat. Mereka tahu alogaritme dan bagaimana cara menyebarkan video ke target yang mereka inginkan."

Alexandria Ocasio-Cortez, tokoh progresif dari Partai Demokrat, memuji anak-anak muda dan penggemar K-pop yang disebutnya telah "membanjiri kampanye Trump dengan pemesanan tiket palsu".

"Kau baru saja dikerjai anak-anak remaja di TikTok yang membanjiri kampanye Trump dengan memesan tiket palsu dan membuatmu percaya kalau jutaan orang ingin mendengar pidato penuh supremasi kulit putih di sebuah arena di kala Covid-19. Keren Zoomers, kalian semua membuatku bangga," cuit Cortez.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kampanye Donald Trump TikTok

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top