Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pariwisata Alam Kembali Dibuka, Wishnutama Ingatkan Protokol Kesehatan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio meminta seluruh pihak dapat menerapkan protokol kesehatan, sehingga tidak meningkatkan kasus baru Covid-19 di kawasan wisata yang tengah dibuka secara bertahap.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  17:55 WIB
Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Menumbing terletak di Kabupaten Bangka Barat dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Bangka Belitung. - KLHK
Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Menumbing terletak di Kabupaten Bangka Barat dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Bangka Belitung. - KLHK

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menuturkan pembukaan sejumlah kawasan wisata alam dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kembali kepercayaan wisatawan domestik dan internasional di tengah pandemi Covid-19.

“Pariwisata ini adalah sektor yang sangat tergantung pada kepercayaan wisatan, baik itu domestik ataupun internasional dalam memberikan rasa aman, sehat dan nyaman. Kita harus bisa membangun kepercayaan ini agar pariwisata dapat bangkit kembali,” kata Wishnutama saat memberi keterangan pers di BNPB, Senin (22/6/2020).

Namun, dia meminta seluruh pihak dapat menerapkan protokol kesehatan, sehingga dengan dibukanya wisata alam ini tidak meningkatkan kasus baru Covid-19 di kawasan wisata yang tengah dibuka secara bertahap tersebut.

“Jika kita tidak hati-hati dan disiplin pelaksanannya, justru dampak ekonominya bisa lebih buruk nantinya bagi sektor pariwisata,” kata dia.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberi izin untuk membuka kembali sektor pariwisata alam secara bertahap di tengah upaya adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan izin tersebut hanya diberikan kepada kawasan pariwisata alam yang berada di 270 kabupaten atau kota yang berada di zona hijau dan kuning.

“Kawasan-kawasan pariwisata alam yang direncanakan akan dibuka secara bertahap untuk melakukan aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat resiko Covid-19 yang paling ringan,” kata Doni saat memberi keterangan di BNPN, Senin (22/6/2020).

Kawasan pariwisata alam itu, menurut Doni, meliputi wisata bahari, konservasi perairan, wisata petualangan, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, suaka marga satwa, dan geopark.

Sementara itu, dia menambahkan pariwisata alam non kawasan konservasi terdiri dari kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat.

“Kawasan pariwisata alam tersebut dapat dibuka secara bertahap sampai dengan batasan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata covid-19
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top