Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Ritel Inggris Melonjak 12 Persen pada Mei

Office for National Statistics pada Jumat (19/6/2020) melaporkan penjualan keseluruhan termasuk bahan bakar mobil melonjak 12 persen pada Mei 2020 dari bulan sebelumnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  15:23 WIB
Penumpang kereta bawah tanah di London mengenakan masker untuk menghindari penularan virus corona Covid-19. - Bloomberg
Penumpang kereta bawah tanah di London mengenakan masker untuk menghindari penularan virus corona Covid-19. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan ritel Inggris berhasil bangkit dari penurunan tajam yang dialami selama periode lockdown.

Kantor Statistik Nasional (Office for National Statistics) pada Jumat (19/6/2020) melaporkan penjualan keseluruhan termasuk bahan bakar mobil melonjak 12 persen pada Mei 2020 dari bulan sebelumnya.

Sementara itu, penjualan tidak termasuk bahan bakar meningkat 10,2 persen dan penjualan toko barang-barang rumah tangga melambung 42 persen, seperti dilansir dari Bloomberg.

Inggris perlahan-lahan mulai bangkit dari dampak pembatasan sosial yang diberlakukan untuk membendung penyebaran virus Corona (Covid-19). Tak hanya toko yang menjual barang-barang penting, toko-toko non esensial kini kembali dibuka.

Perdana Menteri Boris Johnson telah mengimbau masyarakat Inggris untuk kembali beraktivitas dan berbelanja setelah ekonomi terkontraksi 20 persen pada bulan April saja.

Sementara itu, kepercayaan konsumen Inggris mampu meningkat pada Juni, meskipun tetap jauh di bawah level prapandemi Covid-19. Menurut laporan perusahaan riset GfK, indeks kepercayaan konsumen naik menjadi -30 pada Juni 2020 atau lebih tinggi enam poin dari -36 pada akhir Mei.

Kenaikan sebesar enam poin itu didorong oleh pandangan yang lebih kuat dari warga Inggris tentang keuangan mereka dan situasi ekonomi secara keseluruhan.

Namun, Kepala Ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics Samuel Tombs memperingatkan bahwa "gambaran konsumen secara keseluruhan tetap suram".

“Pemulihan penjualan ritel pada Mei tidak boleh diartikan sebagai tanda bahwa ekonomi memulai pemulihan berpola V pasca Covid-19,” katanya, dikutip dari BBC.

“Akun penjualan ritel hanya sepertiga dari keseluruhan pengeluaran rumah tangga. Secara alami, pengeluaran untuk barang-barang akan pulih lebih cepat daripada jasa,” terang Tombs.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel inggris ekonomi inggris
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top