Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semenanjung Korea Memanas, Menteri Unifikasi Korsel Resmi Mundur

Presiden Moon Jae-in menerima secara resmi pengunduran diri Kim pada Jumat (19/6/2020) yang sudah diajukan setelah rezim Kim Jong-un meledakkan kantor penghubung antar-Korea pada Selasa (16/6/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  14:10 WIB
Warga Korea Selatan (Korsel) menonton tayangan televisi yang menunjukkan Presiden Korsel Moon Jae-in berpelukan dengan pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un ketika tiba di Pyongyang, Korut, Selasa (18/9). - Reuters/Kim Hong/Ji
Warga Korea Selatan (Korsel) menonton tayangan televisi yang menunjukkan Presiden Korsel Moon Jae-in berpelukan dengan pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un ketika tiba di Pyongyang, Korut, Selasa (18/9). - Reuters/Kim Hong/Ji

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Unifikasi Korea Selatan Kim Yeon-chul resmi mengundurkan diri di tengah meningkatnya ketegangan antara Korsel dan Korea Utara.

Presiden Moon Jae-in menerima secara resmi pengunduran diri Kim pada Jumat (19/6/2020) yang sudah diajukan setelah rezim Kim Jong-un meledakkan kantor penghubung antar-Korea pada Selasa (16/6/2020), seperti dikutip dari The Asahi Shimbun.

Kim meninggalkan posisinya yang telah ditempati sejak April 2019 ini tanpa mengadakan pertemuan apapun dengan Korea Utara. Keputusan ini diambil dengan rasa penuh tanggung jawab atas meningkatnya ketegangan di antara kedua Korea.

Hingga berita ini dituliskan, belum diketahui siapa yang akan menjadi kandidat penggantinya. Pemerintahan Moon telah didesak untuk merombak kebijakan luar negerinya dan personel keamanan nasional.

Apalagi, semakin hari hubungan Korsel dengan Korea Utara memburuk dan peran Korsel sebagai mediator dalam perundingan nuklir antara Washington dan Pyongyang memudar.

Dampak dari eskalasi tensi hubungan dengan Korut turut menekan dukungan untuk Moon ambrol ke level terendah dalam sekitar tiga bulan.

Jajak pendapat mingguan oleh Gallup Korea yang dirilis Jumat (19/6) menunjukkan rating persetujuan untuk Moon Jae-in mencapai 55 persen atau turun 5 poin persentase dari pekan sebelumnya.

“Sebaliknya, rating penolakan naik menjadi 35 persen atau tertinggi sejak April, karena penilaian negatif dari para responden dalam hal menangani urusan dengan Korea Utara,” demikian menurut Gallup, dikutip dari Bloomberg.

Selama berbulan-bulan, pemerintahan Kim Jong-un telah mendesak pemerintahan Moon agar melepaskan diri dari bagian penerapan sanksi global yang menekan ekonomi Korea Utara.

Utusan nuklir Presiden Moon, Lee Do-hoon, dikabarkan telah bertandang ke AS untuk mengadakan pembicaraan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Stephen Biegun, perwakilan utama pemerintahan Trump untuk Korea Utara.

“Keduanya akan mencermati situasi saat ini di Semenanjung Korea dan membahas cara untuk meresponsnya,” ungkap Kementerian Luar Negeri Korsel pada Kamis (18/6/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara korea selatan kim jong un
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top