Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trump Ternyata Pernah Minta Bantuan Presiden China untuk Memenangkan Pilpres

Mantan penasihat keamanan nasional John Bolton dalam buku barunya mengungkapkan Presiden Donald Trump ternyata pernah meminta Presiden China Xi Jinping untuk membantunya memenangkan pemilihan presiden untuk periode kedua dengan memanfaatkan pertemuan resmi mereka.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bersalaman dalam konferensi pers di Great Hall of the People di Beijing, China, Kamis (9/11/2017)./Bloomberg-Qilai Shenn
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bersalaman dalam konferensi pers di Great Hall of the People di Beijing, China, Kamis (9/11/2017)./Bloomberg-Qilai Shenn

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Donald Trump ternyata pernah meminta Presiden China Xi Jinping untuk membantunya memenangkan pemilihan presiden untuk periode kedua dengan memanfaatkan pertemuan resmi mereka.

Hal itu diungkapkan oleh mantan penasihat keamanan nasional John Bolton dalam buku barunya yang diterbitkan oleh Wall Street Journal kemarin.

Salah satu interaksi penting yang dijelaskan oleh Bolton adalah pertemuan antara kedua pemimpin pada KTT G-20 di Osaka Juni tahun lalu.

Dia mengatakan pada kesempatan itu, Presiden AS mengalihkan pembicaraan ke Pemilihan Presiden 2020 mendatang. Bolton mengatakan Trump menekankan pentingnya memperhatikan nasib petani serta meningkatkan pembelian kedelai dan gandum oleh China untuk memengaruhi pemilihan.

Dia mengatakan akan menulis kata-kata Trump persis seperti apa yang disampaikan, tetapi sesuai dengan permintaan pihak publikasi pemerintah, diputuskan sebaliknya.

Bolton mengatakan ketika pembicaraan kembali pada kesepakatan perdagangan, Trump mengusulkan bahwa untuk sisa defisit perdagangan senilai US$350 miliar, AS tidak akan mengenakan tarif impor pada China. "Akan tetapi, Trump meminta Xi untuk membeli lebih banyak produk pertanian Amerika Serikat," katanya seperti dikutip CNN.com, Kamis (18/6/2020).

Bolton juga menuduh Trump berbohong sebelum penerbitan buku. Tuduhan bahwa Trump meminta pemimpin negara musuh utama AS untuk membantunya memenangkan pemilihan presiden itu akan menjadi heboh di Washington 6 bulan setelah Trump didakwa dengan tuduhan meminta bantuan Pemerintah Ukraina untuk membantunya terpilih kembali dengan ancaman menahan bantuan luar negeri.

Trump juga secara terbuka meminta China untuk menyelidiki lawannya, mantan Wakil Presiden Joe Biden tahun lalu. Bahkan, Trump pernah menolak kesimpulan dari badan intelijen AS bahwa Rusia ikut campur dalam Pilpres 2016 untuk mencoba membantunya memenangkan pertarungan melawan Hillary Clinton saat itu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nurbaiti
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper