Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Beijing Dilarang ke Luar Kota dan Sekolah Ditutup

Kebangkitan virus corona baru yang diyakini dimulai di pasar makanan Xinfadi sebelum tersebar luas di Beijing, telah memicu kekhawatiran sehingga China kembali berupaya keras untuk mengendalikan wabah tersebut melalui pengujian massal dan penguncian yang menyakitkan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  06:42 WIB
Warga mengantre lokasi sementara pengambilan sampel Covid-19 di Distrik Fengtai, Beijing, ibu kota China pada Senin 15 Juni 2020. - Antara/Xinhua (Ren Chao)
Warga mengantre lokasi sementara pengambilan sampel Covid-19 di Distrik Fengtai, Beijing, ibu kota China pada Senin 15 Juni 2020. - Antara/Xinhua (Ren Chao)

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Beijing mendesak warganya untuk tidak meninggalkan kota dan kembali menutup sekolah dalam upaya untuk menahan laju wabah Covid-19 'parah' di kota yang berpenduduk 21 juta orang itu.

Kebangkitan virus corona baru itu diyakini dimulai di pasar makanan Xinfadi sebelum tersebar luas di ibukota China tersebut. Hal itu telah memicu kekhawatiran sehingga China kembali berupaya keras untuk mengendalikan wabah tersebut melalui pengujian massal dan penguncian yang menyakitkan.

Sebenarnya, negara itu telah melonggarkan pembatasan aktivitas sosial dalam beberapa bulan terakhir setelah pemerintah menyatakan kemenangan terhadap penyakit yang muncul di pusat kota Wuhan pada akhir tahun lalu itu.

Pihak berwenang mengunci beberapa daerah perumahan dan mengumumkan pembatasan baru kemarin. Kegiatan olahraga berkelompok juga dilarang dan warga diperintahkan untuk mengenakan masker di ruang tertutup yang penuh sesak. Begitu juga dengan perjalanan berkelompok antarprovinsi juga dilarang, seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (17/6/2020).

Pemerintah kota mengatakan penduduk harus menghindari 'perjalanan tidak penting' keluar dari ibukota. "Siapa pun yang meninggalkan Beijing harus menunjukkan hasil negatif atas uji asam nukleat yang diambil dalam waktu tujuh hari [sebelum keberangkatan]," kata Chen Bei, Wakil Sekretaris Jenderal Pemerintah Kota Beijing," dalam satu konferensi pers.

Dia mengatakan penghuni area yang 'berisiko menengah atau tinggi' untuk terinfeksi sepenuhnya dilarang meninggalkan kota. "Penduduk kota dan kendaraan luar dilarang memasuki komunitas dan desa di daerah berisiko menengah dan tinggi," kata Chen.

Dia menambahkan bahwa daerah perumahan yang berisiko tinggi 'sepenuhnya tertutup dan dikendalikan'. Langkah itu mirip dengan kebijakan lokal yang ketat yang diterapkan di Wuhan pada puncak pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china beijing covid-19
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top