Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES AS 2020: Trump Klaim Didukung Kelompok Mayoritas Diam  

Akan tetapi, ujarnya, kelompok mayoritas itu tidak bersuara atau diam meski mendukungnya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  14:34 WIB
Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan para eksekutif bank di Gedung Putih di Washington, DC, AS, pada hari Rabu, 11 Maret 2020. Trump mengatakan akan membuat pernyataan padda Rabu (11/3/2020) malam tentang bagaimana dia akan meredam wabah virus corona.  -  Bloomberg\n\n
Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan para eksekutif bank di Gedung Putih di Washington, DC, AS, pada hari Rabu, 11 Maret 2020. Trump mengatakan akan membuat pernyataan padda Rabu (11/3/2020) malam tentang bagaimana dia akan meredam wabah virus corona. - Bloomberg\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meradang setelah negaranya diwarnai aksi protes sejak terbunuhnya seorang warga kulit hitan Geroge Floyd oleh polisi pada 25 Mei 2020.

Terpukul akibat maraknya aksi protes oleh kelompok anti-fasis (Antifa) dan kelompok militan kiri jauh lainnya yang mengusai kota, Trump mengklaim bahwa dirinya masih didukung oleh kelompok mayoritas.

Akan tetapi, ujarnya, kelompok mayoritas itu tidak bersuara atau diam meski mendukungnya.

“Mayoritas diam kini jauh lebih kuat dari yang pernah ada,” ujarnya dalam sebuah cuitan di akun Twitter miliknya seperti dikutip, Senin (15/6/2020).

Cuitan itu merujuk pada dukungan masyarakat AS kepada dirinya meski tidak terlihat turun ke jalan-jalan.

Presiden trump sebelumnya memberikan pernyataan bahwa mereka yang terkait dengan gerakan Antifa sebagai "teroris domestik".

Pernyataan itu dikeluarkan Trump karena tidak ingin disalahkan atas rusuhnya demonstrasi atas kematian George Flyoid yang mengguncang Amerika Serikat.

Dikutip dari Aljazeera, Antifa merupakan kependekan dari anti-fasis, bukan kelompok konkret, melainkan gerakan teselubung yang kepemimpinannya tersembunyi.

Gerakan anti-fasis merupakan gerakan yang cenderung dikelompokkan di pinggiran kiri spektrum politik AS. Para anggotanya banyak menggambarkan diri mereka sebagai sosialis, anarkis, komunis atau anti-kapitalis.

Antifa merupakan gerakan tanpa pemimpin yang dikenal, tanpa markas besar, dan tidak ada ideologi yang jelas selain oposisi terhadap apa pun yang dilihat penganutnya sebagai gerakan sayap kanan atau fasis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilpres amerika Donald Trump
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top