Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bankir Fed Perkirakan Tingkat Pengangguran AS Tetap Tinggi Sepanjang 2020

Robert Kaplan, Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, mengatakan akan ada pertumbuhan pekerjaan mulai bulan ini, tetapi hal itu tak akan mampu menopang tingkat serapan lapangan kerja di AS.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  14:09 WIB
Demonstran berkumpul untuk memprotes kematian George Floyd di dekat Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020). Bloomberg/AFP via Getty Images - Mandel Ngan
Demonstran berkumpul untuk memprotes kematian George Floyd di dekat Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020). Bloomberg/AFP via Getty Images - Mandel Ngan

Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun lapangan kerja di Amerika Serikat akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, pengangguran diperkirakanakan tetap tinggi hingga akhir tahun.

Robert Kaplan, Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, mengatakan akan ada pertumbuhan pekerjaan mulai bulan ini, tetapi hal itu tak akan mampu menopang tingkat serapan lapangan kerja di AS.

Dilansir Bloomberg, Senin (15/6/2020), Kaplan memperkirakan tingkat pengangguran akan ditutup pada angka 8 persen atau lebih pada 2020. Sementara pada Mei, tingkat pengangguran turun menjadi 13,3 persen dari bulan sebelumnya sebesar 14,7 persen. Angka tersebut mengejutkan para ekonom yang secara luas memperkirakan akan terjadi peningkatan lebih lanjut karena efek dari penutupan ekonomi akibat pandemi.

Sementara itu, menurut proyeksi median triwulanan Fed yang dirilis 10 Juni 2020, pengangguran diperkirakan akan turun menjadi 9,3 persen dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Kaplan mengatakan tingkat pengangguran dapat mencapai puncak 20 persen pada 2020.

Bankir sentral AS mempertahankan suku bunga mendekati nol pada pertemuan kebijakan pekan lalu dan mengisyaratkan akan mempertahankan suku bunga pada tingkat yang sama hingga 2022 dalam upaya membantu ekonomi pulih dari penurunan tertajam sejak Depresi Hebat.

Fed telah mengumumkan sembilan program pinjaman darurat untuk menjaga kredit mengalir selama pandemi, dan Kongres telah menyetujui sekitar US$3 triliun bantuan.

Bank sentral juga telah menyatakan keprihatinan karena pandemi memukul komunitas kulit hitam dengan keras. Meskipun pengangguran kulit putih turun pada Mei bersama dengan tingkat keseluruhan, tingkat pengangguran orang kulit hitam Amerika naik menjadi 16,8 persen.

"Ekonomi yang lebih inklusif di mana setiap orang memiliki peluang akan berarti pertumbuhan tenaga kerja yang lebih cepat, pertumbuhan produktivitas yang lebih cepat, dan kami akan tumbuh lebih cepat, jadi saya pikir kami berhak untuk fokus pada hal ini dan memahaminya," kata Kaplan.

Kaplan menegaskan pihaknya menentang rasisme dalam segala bentuknya dan akan terus bekerja untuk mencapai kesetaraan penuh dan ekonomi yang inklusif.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Kebijakan The Fed pengangguran

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top