Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tokyo Cabut Status Waspada Covid-19, Kegiatan Bisnis Beroperasi Lagi

Pemerintah kota metropolitan Tokyo mencabut status waspada Covid-19 pada Kamis (11/6) yang telah diberlakukan sejak 2 Juni lalu akibat lonjakan tajam pada angka harian kasus baru Covid-19 di wilayah ibu kota tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  16:25 WIB
Tokyo Stock Exchange. - Bloomberg
Tokyo Stock Exchange. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah kota metropolitan Tokyo mencabut status waspada Covid-19 pada Kamis (11/6) yang telah diberlakukan sejak 2 Juni lalu akibat lonjakan tajam pada angka harian kasus baru Covid-19 di wilayah ibu kota tersebut.

Bersamaan dengan pencabutan status waspada ini, yang diterapkan demi meningkatkan kesadaran warga Tokyo akan tingginya tingkat infeksi baru di kota itu, Gubernur Tokyo Yuriko Koike pada Kamis menyampaikan bahwa pembatasan bisnis di Tokyo juga akan mendapatkan pelonggaran lebih lanjut mulai hari ini Jumat (12/6/2020).

"Kami hampir mencabut imbauan kepada perusahaan-perusahaan untuk menangguhkan bisnis mereka. Kami saat ini memasuki fase baru di mana kami dapat sepenuhnya melanjutkan aktivitas ekonomi dan sosial," ujar Koike, seperti dilaporkan Xinhua hari ini Jumat (12/6/2020).

Hari ini, seiring kota tersebut memasuki fase selanjutnya sekaligus yang terakhir dari pelonggaran pembatasan bisnis, restoran dan pub akan diizinkan buka lebih lama, sementara tempat-tempat karaoke, pusat permainan judi, dan ruang pachinko akan diizinkan buka kembali untuk pertama kalinya sejak pembatasan diberlakukan demi menghentikan penyebaran Covid-19.

Kendati demikian, Koike memperingatkan warga agar tetap waspada dan mengimbau perusahaan-perusahaan untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan mengingat risiko gelombang kedua infeksi masih bisa terjadi.

"Kita perlu mengambil langkah-langkah pencegahan infeksi yang tepat untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang infeksi kedua," terang Koike.

Sebelumnya, sang gubernur mengatakan jika jumlah kasus Covid-19 di ibu kota kembali melonjak, maka pemerintah metropolitan Tokyo akan sekali lagi meminta sektor bisnis dan warga untuk membatasi kegiatan mereka.

Menurut pemerintah Tokyo, ada penambahan 22 kasus infeksi baru pada Kamis (11/6), naik dari 18 kasus baru yang dilaporkan sehari sebelumnya.

Sebanyak enam kasus di antaranya berhubungan dengan tempat hiburan malam, dan 10 kasus memiliki rute transmisi yang tidak teridentifikasi, imbuh pemerintah kota tersebut.

Pada 2 Juni lalu, pemerintah metropolitan Tokyo menetapkan status waspada setelah terjadi penambahan 34 infeksi baru, rekor tertinggi sejak status darurat Covid19 sepenuhnya dicabut di Jepang sepekan sebelumnya.

Lonjakan kasus Covid-19 pada Juni itu menjadi yang pertama kalinya sejak 14 Maret, ketika angka harian kasus baru menembus 30 di kota berpenduduk sekitar 14 juta jiwa tersebut.

Sejak pertengahan April, Tokyo yang terdampak paling parah di antara 47 prefektur Jepang lainnya, telah mencatat tren penurunan angka harian kasus baru Covid19, dengan penambahan tak lebih dari satu digit selama beberapa hari pada Mei, sebelum akhirnya kembali melonjak pada Juni.

Koike sebelumnya mengumumkan bahwa status waspada untuk Tokyo akan dikeluarkan jika penambahan kasus baru melebihi 20 per hari atau rasio infeksi baru setiap pekannya meningkat menjadi di atas satu dibandingkan pekan sebelumnya.

Dia juga menambahkan bahwa barometer lainnya untuk mengeluarkan status waspada tersebut adalah jika rasio kasus dengan rute infeksi yang tidak diketahui naik menjadi lebih dari 50 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang tokyo covid-19

Sumber : Xinhua/Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top