Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perundingan Subsidi Pesawat Gagal, Tensi Dagang AS-Uni Eropa Kembali Panas

Kegagalan untuk mencapai kesepakatan dapat membuka jalan bagi Eropa untuk mengenakan tarif pada miliaran dolar barang-barang AS mulai Juli.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Juni 2020  |  16:29 WIB
Airbus A320 NEO - Istimewa
Airbus A320 NEO - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Upaya Uni Eropa untuk meredakan ketegangan perdagangan transatlantik telah terhenti. Kepala Perdagangan Uni Eropa Phil Hogan mengatakan terobosan baru pada perundingan tersebut dapat tertunda hingga usai Pemilihan Presiden AS pada November mendatang.

Washington telah mundur dari perundingan mengenai subsidi pesawat. Hogan menjelaskan kegagalan untuk mencapai kesepakatan dapat membuka jalan bagi Eropa untuk mengenakan tarif pada miliaran dolar barang-barang AS mulai Juli.

"Kami harus mengakui bahwa AS sekarang dalam fase prapemilihan. Perhatian politik di Washington karenanya lebih pada tantangan langsung dalam politik domestik AS," kata Hogan, dilansir Bloomberg, Rabu (10/6/2020).

Sebelumnya, Uni Eropa berniat menyudahi tensi dagang yang mulai memanas tahun lalu ketika AS menargetkan Eropa dengan pengenaan tarif. Kekhawatiran utama Eropa adalah ancaman AS pengenaan tarif pada produk mobil dan suku cadang berdasarkan alasan keamanan nasional.

Presiden AS Donald Trump menghidupkan kembali kemungkinan itu pada 5 Juni lalu selama komentar di Maine, di mana dia menuntut UE untuk menurunkan tarif 8 persen pada impor lobster AS dengan segera. Trump berbicara dengan perwakilan industri perikanan yang mengeluhkan hambatan pasar Eropa.

"Jika mereka tidak berubah, kami akan mengenakan tarif pada mobil mereka sampai mereka mengubah [ketentuan pasar perikanan],"kata Trump, dilansir Bloomberg, Rabu (10/6/2020).

Hogan mengatakan kepada para menteri perdagangan Uni Eropa untuk bersiap untuk mendorong kesepakatan dengan AS untuk memotong tarif industri di seluruh sektor. Sementara itu, sorotan dalam hubungan perdagangan transatlantik kemungkinan akan kembali ke perselisihan yang terjadi hampir dua dekade tentang subsidi pesawat.

Tahun lalu, AS diberi lampu hijau oleh Organisasi Perdagangan Dunia untuk mengenakan tarif sebesar US$7,5 miliar terhadap barang Eropa sebagai pembalasan atas subsidi ilegal pemerintah kepada Airbus SE. Hogan berharap WTO dapat memproses kasus paralel Uni Eropa terhadap subsidi Amerika untuk Boeing Co.

"Saya menyesal bahwa AS telah mundur dari pembicaraan penyelesaian dalam beberapa pekan terakhir. Jika ini tetap terjadi, Uni Eropa akan memiliki sedikit pilihan selain melaksanakan hak pembalasannya dan menjatuhkan sanksi kami sendiri dalam kasus Boeing," katanya.

Sementara itu, Hogan mengatakan mempertimbangkan kemungkinan untuk menjadi kandidat Uni Eropa dalam perlombaan untuk memimpin penengah perdagangan global.

Para menteri perdagangan Uni Eropa membahas proses WTO untuk memilih seorang pengganti Direktur Jenderal Roberto Azevedo yang akan mundur setahun lebih awal pada akhir Agustus. WTO menerima pengajuan kandidat antara 8 Juni dan 8 Juli 2020.

"Tentu saja saya sedang menjajaki opsi untuk menjadi calon direktur jenderal WTO. Ada sejumlah pekerjaan penting yang harus dilakukan untuk mereformasi organisasi," katanya.

Eropa tertarik untuk memperkuat WTO di tengah meningkatnya ketegangan AS-China, yang mengancam akan merusak tatanan komersial global yang didirikan setelah Perang Dunia II.

Kandidat Eropa untuk kepemimpinan WTO akan beradu dengan bakal calon dari Meksiko hingga Nigeria. Adapun warga Eropa terakhir yang menduduki jabatan Dirjen WTO adalah pendahulu Azevedo, Pascal Lamy, seorang Prancis yang memegang jabatan antara 2005 dan 2013.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa amerika serikat WTO

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top