Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Baru 7 Hari Tanpa Status Darurat, Kasus Covid-19 di Tokyo Langsung Melonjak

Sepekan setelah Pemerintah Jepang mencabut status darurat nasional, ibu kota Tokyo mengalami lonjakan kasus virus corona tertinggi dalam tiga minggu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  20:13 WIB
Seorang wanita menggunakan masker pelindung wajah, setelah mewabahnya virus korona, berjalan melewati spanduk menyambut Olimpiade Tokyo 2020 di depan gedung Pemerintah Kota Tokyo di Tokyo, Jepang, Jumat (6/3/2020). Antara - Reuters
Seorang wanita menggunakan masker pelindung wajah, setelah mewabahnya virus korona, berjalan melewati spanduk menyambut Olimpiade Tokyo 2020 di depan gedung Pemerintah Kota Tokyo di Tokyo, Jepang, Jumat (6/3/2020). Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sepekan setelah Pemerintah Jepang mencabut status darurat nasional, ibu kota Tokyo mengalami lonjakan kasus virus corona tertinggi dalam tiga minggu. Pemerintah prefektur berencana mengeluarkan peringatan kepada warga untuk bertindak ekstra hati-hati yang oleh Gubernur Tokyo Yuriko Koike disebut "Tokyo Alert".

Dilansir Bloomberg, Selasa (2/6/2020), banyak kasus selama seminggu terakhir telah dikaitkan dengan distrik hiburan malam di Tokyo. Sekitar 40 persen dari 90 infeksi diyakini berasal dan menyebar di kawasan tersebut. Sejumlah kasus juga datang dari sebuah cluster di rumah sakit di Koganei, di mana total 31 infeksi telah dilaporkan, termasuk 15 yang diumumkan pada hari ini.

Jika kasus terus naik setelah peringatan itu dikeluarkan, pemerintah akan meminta bisnis kembali tutup. Koike telah menetapkan tiga kriteria untuk mengeluarkan peringatan, termasuk lebih dari 20 kasus baru yang dilaporkan dalam sehari, setengahnya tidak dapat dilacak, dan infeksi meningkat dari minggu sebelumnya.

Pihak berwenang Jepang tidak memiliki kekuatan hukum untuk menegakkan pembatasan pergerakan karena kebebasan sipil yang diabadikan dalam konstitusi pascaperang.

Meskipun sebagian besar warga taat pada aturan selama tujuh minggu masa darurat nasional, negara itu telah berupaya untuk mengangkat pembatasan secepat mungkin untuk meminimalkan kerusakan ekonomi lebih lanjut.

Jepang telah mengambil pendekatan pragmatis. Para pejabat menyatakan virus tidak dapat dimusnahkan, dan bertujuan untuk melanjutkan kegiatan ekonomi selama sistem medis dapat mengatasi setiap peningkatan infeksi.

"Mengingat sifat virus ini, pada titik waktu ini mustahil untuk mengurangi tingkat penularan menjadi nol. Setelah darurat dicabut, sejumlah kasus terjadi terutama di Tokyo dan Fukuoka. Lonjakan kecil seperti ini sudah diantisipasi," kata Shigeru Omi, Wakil Kepala Panel Ahli yang memberi nasihat kepada pemerintah Jepang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokyo Virus Corona covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top