Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buntut Kematian George Floyd: Kronologi Tewasnya Pengunjuk Rasa di Kentucky

Aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd telah menyebabkan tewasnya seorang pria di Louisville, Kentucky, AS.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  08:38 WIB
Ilustrasi/Aksi pembakaran sebagai bentuk kemarahan atas kematian warga kulit hitam oleh anggota kepolisian di Amerika Serikat (Bloomberg)
Ilustrasi/Aksi pembakaran sebagai bentuk kemarahan atas kematian warga kulit hitam oleh anggota kepolisian di Amerika Serikat (Bloomberg)

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd telah menyebabkan tewasnya seorang pria di Louisville, Kentucky, AS.

Pria itu diterjang peluru petugas di tengah aksi yang berlangsung di Louisville, Kentucky, AS, Senin.

Kepala Departemen Kepolisian Metro Louisville (LMPD) Steve Conrad, dalam jumpa pers Senin, memamaprkan kronologi kematian pria tersebut.

Saat itu, selain memprotes kematian George Floyd, massa memprotes penembakan yang dilakukan polisi terhadap Breonna Taylor di Louisville pada Maret lalu.

Conrad menyebutkan pasukan Garda Nasional Kentucky dan LMPD dikirim ke tempat parkir di Dino Food Mart pukul 12:15 untuk memecah kerumunan massa yang berkumpul di sana.

Namun, saat aparat mencoba membubarkan kelompok itu, seseorang di dalam kerumunan melakukan penembakan ke arah petugas, ujar Conrad.

“Petugas sedang memulai membubarkan kerumunan saat dari satu titik terjadi penembakan,” ujar Conrad seperti dikutip nbcnews.com. “Baik aparat dari LMPD maupun Garda Nasional balas melakukan tembakan, dan kami mendapati satu orang tewas," lanjutnya.

Conrad menambahkan bahwa beberapa orang sedang dimintai keterangan dan rekaman video sedang dikumpulkan.

“Saya pikir sangat, sangat jelas bahwa banyak orang tidak mempercayai polisi. Itu adalah masalah yang harus kita atasi dan selesaikan untuk waktu yang lama, " kata Conrad, seperti dikutip Times.com.

Conrad tidak merinci siapa yang melakukan tembakan fatal itu, pihak berwenang pun belum merilis informasi tentang korban.

Dalam sebuah pernyataan Senin pagi, Gubernur Kentucky Andy Beshear mengatakan "LMPD dan Garda Nasional Kentucky membalas tembakan yang mengakibatkan kematian" dan mengatakan ia telah meminta Kepolisian Negara Bagian Kentucky untuk secara independen menyelidiki penembakan itu. Kantor gubernur tidak segera merespons permintaan NBC News untuk klarifikasi lebih lanjut tentang siapa yang menembakkan tembakan mamtikan ke arah korban.

Sebelum penembakan Senin, aksi protes berlangsung di Louisville pada akhir pekan lalu. Saat itu warga berkabung atas kematian Breonna Taylor, 26. Wanita kulit hitam itu terbunuh di rumahnya pada Maret, saat polisi Louisville melakukan penyergapan yang menargetkan mantan pacar korban. Lebih dari 40 orang ditangkap pada Minggu malam, pada demonstrasi malam keempat berturut-turut di kota itu, menurut afiliasi NBC Louisville, WAVE.

Kamis lalu, tujuh orang ditembak di kota itu selama protes yang berubah menjadi kekerasan. Petugas tidak terlibat dalam penembakan Kamis. Demikian dikatakan Sersan Polisi Lamont Washington saat itu.

Sementara itu, Kaitlin Rust, seorang reporter untuk WAVE, mengudara pada Jumat, sempat mengatakan dia "ditembak" oleh peluru karet atau peluru merica.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat George Floyd

Sumber : Time.com/nbcnews.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top