Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kepolisian AS Menangkap 4.400 Demonstran Pendukung George Floyd

Bukan hanya penangkapan, demo yang berujung bentrokan ini menewaskan 3 orang di Iowa, AS, pada Minggu (31/5/2020)
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  21:10 WIB
Bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi saat demonstrasi antipolisi pasca insiden meninggalnya George Floyd di Minneapolis, AS -  Bloomberg
Bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi saat demonstrasi antipolisi pasca insiden meninggalnya George Floyd di Minneapolis, AS - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Suasana Minneapolis dan sejumlah kota di AS masih memanas setelah bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi pada hari keenam, Senin (1/6/2020).

Sejumlah warga Minneapolis dan beberapa kota di AS turun ke jalan untuk melakukan protes setelah tewasnya George Floyd.

Dalam video yang viral, Floyd tewas setelah polisi Minneapolis Derek Chauvin menekan dengkulnya ke leher Floyd selama lebih dari 8 menit. Flyod diduga mengunakan uang palsu ketika membeli rokok di toko kelontong. 

Dikutip dari USA Today, lebih dari 4.400 pengunjuk rasa ditangka di seluruh negeri sejak demo besar-besaran.

Kepala Polisi Minneapolis Medaria Arradondo telah memohon maaf kepada keluarga Floyd atas peristiwa tersebut pada Minggu (31/5/2020). Bahkan, kepolisian setempat telah memecat Chauvin dan tiga polisi lainnya yang terlibat.

Namun, protes damai terus beralih menjadi kerusuhan dan vandalisme. Alhasil, pihak kepolisian di AS harus mengunakan gas air mata dan polisi karet untuk membubarkan kerumunan.

Bahkan, dua anggota polisi di Atlanta ditembak setelah melakukan tindakan menekan dalam unjuk rasa untuk George Floyd.

Di Iowa, tiga orang dinyatakan tewas dalam bentrokan dengan otoritas setempat. Kepolisian Metro Louisville dan personil Keamanan Nasional diketahui menembak seorang pria pada Minggu (31/5/2020).

Kepala Kepolisian Steve Conrad menuturkan seseorang dalam grup mengungkapkan seseorang dalam grup berkumpul dan melepaskan tembakan pada pukul 9 malam waktu setempat. Para personil keamanan akhirnya membalas tembakan tersebut.

Gubernur Kentucky Andy Beshear meminta kepolisian melakukan investigasi independen atas kasus tersebut.

Sementara itu, dua orang tewas dalam rentetan serangan senjata api setelah kerusuhan pecah di Davenport, Iowa.

Kepala Paul Sikorski mengungkapkan kerusuhan ini pecah pada Minggu malam di dekat pusat perbelanjaan. Tidak lama berselang, kepolisian menerima laporan belasan insiden penembakan.

Presiden Donald Trump pada hari Minggu mengumumkan kelompok sayap kiri yang menurutnya memimpin kekerasan pada protes kebrutalan anti-polisi akan secara resmi dicap sebagai teroris.

"Amerika Serikat akan menunjuk ANTIFA sebagai Organisasi Teroris," kata Trump dalam Twitter resminya, Minggu malam (31/5/2020).

Antifa - kependekan dari anti-fasis - adalah nama untuk kelompok-kelompok anti-rasis yang terlibat dalam beberapa bentrokan kekerasan dalam beberapa tahun terakhir.

Dikutip dari USA Today, gerakan ini tidak memiliki struktur terpadu atau kepemimpinan nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat demonstrasi George Floyd
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top