Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penasihat Seniornya Langgar Lockdown, PM Johnson di Kursi Panas

Dominic Cummings, penasihat senior Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, diketahui melanggar ketentuan lockdown yang ditulisnya sendiri.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  06:11 WIB
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020). - Bloomberg/Simon Dawson
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020). - Bloomberg/Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson kembali menjadi perhatian warga Inggris setelah salah satu penasihat seniornya, Dominic Cummings, diketahui melanggar lockdown dengan bepergian keluar London.

Bloomberg melaporkan Selasa (26/5/2020), Johnson mengatakan dirinya menerima alasan yang disampaikan Cummings tapi juga menekankan pentingnya warga menaati aturan lockdown. Meski mengakui adanya pembicaraan mengenai kemungkinan pengunduran diri maupun pemecatan atas Cummings, tapi Johnson tampaknya berkomitmen untuk menahan Cummings di posisinya saat ini dan bahkan membela keputusan penasihatnya itu.

Tetapi, Johnson mengingatkan bahwa tidak ada satu pun orang-orang di lingkarannya yang memiliki imunitas jabatan.

"Masyarakat harus mengambil keputusan sendiri," ujarnya, Senin (25/5) waktu setempat.

Keputusan Johnson tak hanya menuai kemarahan dari warga Inggris secara keseluruhan, tapi juga menuai kontroversi di internal Partai Konservatif. Setidaknya 20 anggota Parlemen Inggris dari partai tersebut meminta Cummings untuk mundur atau dipecat, sedangkan dua menteri menyatakan Johnson telah membuat kesalahan dengan tidak langsung memecat Cummings.

Ironisnya, ketentuan lockdown di Inggris turut disusun oleh Cummings. Namun, dia menolak mundur maupun meminta maaf atas perilakunya.

Cummings diketahui menyetir mobil sejauh lebih dari 250 mil (lebih dari 400 kilometer) ke Durham, di utara Inggris, untuk mengantar putranya yang berusia 4 tahun ke rumah orang tuanya. Alasannya, Cummings khawatir akan kesehatan anaknya jika dia dan istrinya sama-sama terinfeksi Covid-19 pada waktu yang sama.

Hal itu dilakukannya pada akhir Maret dan April 2020, ketika wabah virus corona mencapai puncaknya di negara itu. Ketika itu, Cummings juga tengah menunjukkan gejala terpapar Covid-19 dan semestinya, sesuai pernyataan Johnson yang ditujukan kepada siapapun yang memiliki gejala penyakit tersebut, untuk mengisolasi diri.

Sekitar sejam sebelum Johnson berbicara, Cummings terlebih dulu melakukan konferensi pers di Downing Street, kantor PM Inggris. Dia menolak meminta maaf meski mengakui telah melakukan kesalahan dalam penanganan pandemi virus corona sejak Januari 2020.

Cummings mengungkapkan dirinya menyetir ke Durham pada 27 Maret 2020 untuk tinggal sementara di rumah orang tuanya, di mana dia kemudian jatuh sakit, serta tidak mencari saran medis sebelum berangkat ke Durham. Dia juga tidak memberitahu Johnson tentang rencana bepergiannya ini.

Cummings berangkat dari rumah Durham ke rumah sakit untuk menjemput istri dan anaknya, yang sedang tidak sehat, dari rumah sakit. Dia juga merasa penglihatannya terganggu dan bahkan tidak tahu apakah dirinya cukup sehat untuk kembali ke London.

Kemudian, Cummings menuturkan dia memutuskan untuk melakukan test drive ke Kastil Barnard, sekitar 30 menit dari lokasinya, untuk menguji penglihatan dan kesehatannya sebelum kembali ke London, pada 12 April. Walaupun mengatakan memahami kemarahan publik, tapi dia mengklaim hal itu lebih banyak didasari oleh laporan palsu media yang menuding dirinya melakukan perjalanan kedua ke Durham.

"Saya tidak menawarkan untuk mengundurkan diri. Saya tidak mempertimbangkan itu," tegas Cummings.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top