Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transformasi Mal Setelah PSBB, Jadi Makin 'Lega' Hingga Punya Tim Kesehatan

Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta percaya diri mal-mal di Jakarta mampu bertransformasi menyesuaikan era normal baru.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  21:25 WIB
Suasana tenan makanan yang sepi di salah satu pusat perbelanjaan usai adanya anjuran untuk menjaga jarak sosial dan beraktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona di Jakarta, Senin (23/3/2020). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) juga memprediksi penurunan penjualan ritel kuartal pertama 2020 turun hingga 0,4 persen dibanding dengan kuartal pertama tahun lalu. Bisnis - Nurul Hidayat
Suasana tenan makanan yang sepi di salah satu pusat perbelanjaan usai adanya anjuran untuk menjaga jarak sosial dan beraktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona di Jakarta, Senin (23/3/2020). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) juga memprediksi penurunan penjualan ritel kuartal pertama 2020 turun hingga 0,4 persen dibanding dengan kuartal pertama tahun lalu. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta meyakini mal-mal di Jakarta mampu bertransformasi menyesuaikan dengan era kenormalan baru atau new normal.

Seperti diketahui, setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta Jilid III rampung pada 4 Juni 2020, APPBI mencatat sekitar 67 mal bakal beroperasi perdana pada 5 Juni 2020, sedangkan 6 lainnya berencana buka pada 8 Juni 2020.

Ketua APPBI DKI Jakarta Ellen Hidayat pun optimistis apabila PSBB pada akhirnya diperpanjang, mal tetap bisa beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Bilamana pusat belanja melakukan new normal dengan mempersiapkan berbagai keamanan pengunjung dan karyawan dan juga mengikuti berbagai arahan pemerintah, maka mestinya tidak akan bermasalah," jelas Ellen dalam keterangannya, Selasa (26/5/2020).

Ellen berharap besar hal ini dipertimbangkan karena sudah hampir 2 bulan kegiatan bisnis retailer di pusat belanja DKI mati suri. Pengelola pusat belanja dan retailer atau tenant, terutama UMKM, mengalami kesulitan finansial, terutama kesulitan arus kas.

"Dengan dibukanya mal kembali, maka akan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian nasional dan meningkatkan ketahanan bangsa Indonesia," jelasnya.

Oleh sebab itu, Ellen mengungkap bahwa pihak pengelola mal kini telah mempersiapkan diri terhadap kenormalan baru, lewat Standard Operating Prosedure (SOP) dan protokol kesehatan yang akan dipraktikkan.

Di antaranya:

- Menyediakan pengukuran suhu tubuh di berbagai entrance masuknya karyawan dan pengunjung (pengunjung atau karyawan ditolak masuk mal bila suhu tubuh cukup tinggi).

- Pengunjung dan karyawan wajib memakai masker, di mana tim security akan mengontrol tentang ketaatan ini.

- Menyediakan hand sanitizer di beberapa lokasi.

- Mengontrol tidak adanya pengunjung yang berkumpul di satu tempat, selalu menjaga physical distancing.

- Untuk lift dan excalator juga dibatasi agar tetap menjaga jarak satu dengan lainnya.

- Resto dine-in juga dibatasi jaraknya.

- Foodcourt dilakukan pengaturan kursi dan meja berjarak aman.

- Pengelola akan secara rutin meningkatkan pembersihan gedung dan fasilitasnya dengan juga melakukan desinfektan.

- Setiap mal akan mempunyai tim pengendali Covid-19.

"Sebagaimana diketahui bahwa ruang publik mal rata-rata berukuran cukup besar dengan memiliki banyak pintu masuk serta juga memiliki koridor yang cukup lebar. Jadi physical distancing akan lebih terjaga dengan baik," jelas Ellen.

Selain itu, Ellen mengungkap bahwa dari segi pengontrolan Pemprov terhadap mal anggota APPBI selama PSBB, semua anggota tercatat mengikuti protokol kesehatan dan peraturan selama PSBB.

"Belum pernah kami mendapatkan komplain tentang anggota kami. Semua siap mengikuti arahan. Ini juga tentu bisa menjadi satu dari sekian pertimbangan pihak Pemprov DKI untuk membuka kembali mal di DKI," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) New Normal
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top