Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapolsek Gubeng Dicopot dan Diperiksa karena Tidur Saat Rapat, IPW: Kapoldanya Lebay

Indonesia Police Watch (IPW) menyebut tindakan pencopotan dan pemeriksaan oleh Bidang Propam terhadap Kapolsek Gubeng Kompol Naufil Hartono berlebihan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  12:43 WIB
Kapolsek Gubeng Kompol H. Naufil Hartono. - jatim.polri.go.id
Kapolsek Gubeng Kompol H. Naufil Hartono. - jatim.polri.go.id
Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) menyebut tindakan pencopotan dan pemeriksaan oleh Bidang Propam terhadap Kapolsek Gubeng Kompol Naufil Hartono berlebihan.
 
Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengemukakan bahwa Kapolsek Gubeng Kompol Naufil Hartono dicopot dari jabatannya dan diperiksa oleh Propam karena tertidur pada saat rapat penanganan Covid-19 di Surabaya pada Jumat (22/5/2020).
 
Melihat Kapolsek Gubeng tertidur, Neta menyebut bahwa Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Muhammad Fadil langsung memberikan sanksi pencopotan jabatan dan diperiksa oleh Propam Polda Jawa Timur.
 
"Kapolda Jawa Timur jangan lebay atau berlebihan dalam menindak Kapolsek Gubeng. Pencopotan yang bersangkutan dari jabatannya saja itu sudah merupakan hukuman yang sangat berat, sehingga tidak perlu lagi diperiksa Propam dan dipermalukan sebagai pembunuhan karakternya," tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (25/5/2020).
 
Padahal, menurut Neta, jika Kapolsek Gubeng tidur saat rapat adalah hal yang lumrah. Pasalnya, dia menjelaskan bahwa selama wabah Covid-19 dan penerapan aturan PSBB, posisi kapolsek merupakan ujung tombak dari Institusi Polri dan harus mendapat penghargaan bukan malah pencopotan jabatan.
 
"Kapolsek lah yang paling berat tugasnya. Mereka menjadi ujung tombak Polri. Setidaknya, ada empat kerja berat kapolsek yang harus dihargai Kapolda Jatim," katanya.
 
Kerja berat yang pertama, kata Neta adalah turut melakukan pendeteksian dan antisipasi maksimal pencegahan covid-19 serta memutus rantainya. Kedua, menjaga wilayahnya agar tidak ada tindak pidana kejahatan jalanan yang dilakukan para narapidana Program Asimilasi.
 
"Ketiga, menjaga situasi Kamtibmas saat Lebaran dan setelahnya. Keempat, melakukan pagar betis agar arus mudik bisa dicegah," ujarnya.
 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapolda jatim covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top