Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov NTT Larang Warganya Tutup Akses Perbatasan

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan tegas telah melarang warganya untuk menutup pintu-pintu perbatasan wilayah administrasi karena belum menerapkan PSBB.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  18:11 WIB
Ilustrasi penutupan akses jalan yang dilakukan oleh masyarakat dengan alasan mencegah penularan Covid-19. - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Ilustrasi penutupan akses jalan yang dilakukan oleh masyarakat dengan alasan mencegah penularan Covid-19. - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan tegas telah melarang warganya untuk menutup pintu-pintu perbatasan wilayah administrasi karena belum menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Timur Isyak Nuka mengatakan penerapan PSBB di masing-masing daerah harus merunjuk pada PP No. 21/2020 tentang PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Permenkes No. 9/2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

“Kami sangat menyesalkan praktik yang dipertontonkan dengan menutup akses jalan utama trans Flores di perbatasan Sikka dan Flores Timur itu. Seharusnya lebih arif dalam menyikapi permasalahan Covid-19 ini,” kata Isyak, Senin (25/5/2020).

Sebelumnya, masyarakat setempat melakukan penutupan akses jalan trans Pulau Flores di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur beberapa hari lalu dengan alasan untuk mencegah penularan Covid-19.

Padahal, dalam surat Dishub NTT yang diterima Bisnis.com, pemerintah daerah di bawah administrasi Pemprov NTT diimbau untuk tetap membuka pintu-pintu perbatasan wilayah administrasi dengan wajib menerapkan pembatasan perjalanan dengan merujuk pada SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dia menuturkan operasional sarana angkutan jalan baik kendaraan angkutan umum maupun kendaraan pribadi dalam wilayah Provinsi NTT tetap berjalan seperti biasa dengan tetap berpedoman pada kebihakan physical distancing serta protokol kesehatan.

Khusus operasional kendaraan angkutan umum tetap berpedoman pada SE Kepala Dinas Perhubungan NTT.

Dia mengaku telah menerima informasi terkait penutupan akses jalan tersebut. Aksi itu sangat tidak dibenarkan meskipun dengan alasan mencegah penyebaran Covid-19.

Pihaknya berpendapat seharusnya daerah-daerah lebih arif menyikapi permasalahan Covid-19 ini terutama dari segi transportasi logistik karena ini menyangkut ekonomi daerah dan kebutuhan masyarakat banyak. Apalagi, dari informasi yang diperoleh ada mobil ambulans yang mengangkut pasien dalam keadaan kritis juga terhambat akibat penutupan akses jalan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top