Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kecewa dengan Rusia, AS Akan Tarik Diri dari Perjanjian Open Skies

Perjanjian Open Skies telah berusia 18 tahun antara Rusia, Amerika Serikat dan 32 negara lainnya yang sebagian besar anggota aliansi NATO.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  06:14 WIB
Ilustrasi satelit komunikasi. - Wikimedia Commons
Ilustrasi satelit komunikasi. - Wikimedia Commons

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Donald Trump akan menarik Amerika Serikat keluar dari Perjanjian Open Skies, sebuah kesepakatan pertahanan dengan Rusia yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan di antara negara-negara adidaya

Sebagaimana dilaporkam New York Times edisi 21 Mei, Trump berencana untuk memberi tahu Moskow pada hari ini bahwa Amerika Serikat akan menarik diri dari pakta tersebut. Pakta berakar pada upaya untuk mencegah konflik pasca Perang Dingin antara kedua negara.

Times mengatakan langkah itu bisa menjadi awal bagi Washington juga menarik diri dari Perjanjian New START yang membatasi jumlah rudal nuklir yang dapat dikerahkan Amerika Serikat dan Rusia.

Perjanjian Open Skies telah berusia 18 tahun antara Rusia, Amerika Serikat dan 32 negara lainnya yang sebagian besar anggota aliansi NATO. Berdasarkan perjanjian itu, militer satu negara diizinkan untuk melakukan sejumlah penerbangan pengawasan lebih banyak dari yang lain setiap tahun dengan pemberitahuan singkat.

Selain itu, pesawat dapat mensurvei wilayah, mengumpulkan informasi dan gambar instalasi serta kegiatan militer.

Idenya adalah bahwa semakin banyak pesaing militer saling mengenal satu sama lain, semakin sedikit kemungkinan konflik di antara mereka.

Akan tetapi, kedua belah pihak juga menggunakan penerbangan untuk memeriksa kerentanan lawan mereka.

Amerika Serikat merasa frustrasi karena Rusia tidak mengizinkan penerbangan AS ke wilayah-wilayah di mana Washington yakin Moskow mengerahkan senjata nuklir jarak menengah yang mengancam Eropa.

Pada Maret lalu, Menteri Pertahanan Mark Esper menuduh Rusia melanggar perjanjian itu dengan melarang AS dan penerbangan asing lainnya ke kota Laut Baltik, Kaliningrad, dan dekat Georgia.

"Akses kami juga ditolak ke latihan militer. Saya punya banyak kekhawatiran tentang perjanjian seperti yang ada sekarang," Katanya seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (22/5/2020).

Trump juga tidak senang dengan penerbangan Rusia di atas resor golfnya di Bedminster, New Jersey, tiga tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat rusia Donald Trump
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top