Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tagar Indonesia Terserah, Semua Pihak Harus Kerja Sama Lawan Covid-19

Semua pihak diharapkan dapat berkerja sama untuk mencapai misi mengendalikan jumlah kasus Covid-19.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  13:44 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2017 - 2021 Ari Fahrial Syam menilai wajar bila banyak tenaga medis mulai frustasi dengan situasi pandemi virus Corona atau Covid-19. Hal ini ditenggarai dengan viralnya tanda pagar #IndonesiaTerserah dan #TerserahIndonesia di berbagai platform media sosial.

“Wajar menurut saya ketika petugas kesehatan sudah menyatakan rasa frustasi dengan Indonesia Terserah, karena sekali lagi mereka yang bertemu langsung dengan pasien-pasien tersebut. Mereka yang berpotensi tinggi tertular dari pasien-pasien tersebut,” katanya dalam unggahan video akun Youtube Dr Ari Syam Talkshow yang tayang pada 18 Mei 2020.

Oleh karena itu, dia berharap semua pihak dapat berkerja sama untuk mencapai misi mengendalikan jumlah kasus Covid-19. Kondisi saat ini, imbuhnya, bisa membaik dengan syarat semua pihak dapat bersatu dan bersama saling mendukung.

“Kami petugas kesehatan selau berdoa bisa menangani kasus dengan sebaik-baiknya, kami bisa mencegah pasien tidak fatal atau tidak sampai kematian. Sekali lagi kerja sama semua pihak sangat kami butuhkan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo juga menyayangkan banyak masyarakat dengan kesadaran rendah untuk menerapkan protokol kesehatan pencebagahan penyebaran virus Corona.

“Kita sangat tidak berharap kalangan dokter kecewa, sejak awal kita kedepankan ujung tombak kita masyarakat kalau masyarakat terpapar sakit, dirawat di rumah sakit, apalagi dalam jumlah yang banyak dan tempat perawatan penuh maka yang sangat repot adalah dokter dan perawat,” katanya.

Sedari awal, kata Doni, pemerintah selalu mengedepankan untuk menjaga kondisi para tenaga medis agar jangan sampai kelelahan. Upaya para tenaga medis sebagai garda terdepan, imbuhnya, harus menjadi perhatian bersama.

Doni menjabarkan saat ini jumlah dokter di Indonesia kurang dari 200.000 orang dan dokter paru sebanyak 1.976 orang. Jumlah tersebut tergolong sedikit jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

“Artinya 1 dokter paru melayani 245.000 warga indonesia kalau kehilangan dokter adalah kerugian besar bagi bangsa,” katanya.

Namun, Doni tidak menjelaskan mengenai upaya pemerintah untuk menekan kerumunan masyarakat di tempat umum guna mencegah penyebaran Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top